INDOZONE.ID - Makan tanpa rasa pedas biasanya bisa mengurangi selera makan. Bahkan sebagian orang harus makan dengan sambal, jika tidak orang tersebut tidak berselera. Tentu saja ini tidak berlaku bagi orang yang tidak tahan pedas.
Pada umumnya, efek samping dari makanan pedas bisa membuat mulut terasa panas, bibir terasa terbakar hingga mata berair. Tapi ini hanyalah beberapa efek samping yang terlihat.
Ternyata, efek lainnya masih banyak yang terjadi di tubuh namun tidak kita sadari. Ada banyak risiko makanan pedas yang bisa jadi tidak baik untuk terus dikonsumsi.
Efek samping lainnya bisa menyebabkan masalah pencernaan, memperburuk tukak lambung, dan bahkan bisa menyebabkan sakit kepala dan mual.
Tentu saja, semuanya tergantung pada tingkat toleransi kamu dan rasa pedas yang bisa kamu tangani.
Baca Juga: 10 Makanan Pedas Paling Diminati di Seluruh Dunia
Apa yang Membuat Makanan Pedas Menjadi Pedas?
Secara umum, makanan pedas mengandung senyawa bioaktif yang disebut capsaicin.
"Senyawa ini memicu reseptor di mulut saat kami menggigitnya yang menyebabkan sensasi terbakar," jelas ahli gizi Garima Goyal.
Tubuh kita memiliki banyak reseptor di kulit, dan di sekitar mulut. Saat terkena panas, reseptor ini aktif, sehingga menimbulkan sensasi pedas.
Sensasi pedas dan terbakar ini bukan hanya di mulut, tapi juga di perut dan mata. Itulah kenapa makanan yang sangat pedas bisa memicu mual.
Resiko Makan Makanan Pedas
Walau makan makanan pedas belum terbukti menimbulkan efek buruk pada tubuh, tidak ada salahnya untuk kita selalu berhati-hati, dan konsumsilah makanan pedas tersebut dalam jumlah yang sedang.
Berikut ini beberapa dampak pedas yang dapat terjadi pada tubuh:
1. Gangguan Gastrointestinal
Konsumsi makanan pedas dalam jumlah banyak dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan sakit maag atau masalah lambung lainnya.
Makanan pedas dapat menyebabkan sakit maag. Namun, alasan pasti mengapa hal ini terjadi masih perlu diteliti lebih lanjut, demikian pernyataan penelitian ini, yang diterbitkan dalam Current Medicinal Chemistry.
Penelitian lain, yang diterbitkan dalam Experimental Cell Research, menyatakan bahwa konsumsi capsaicin menyebabkan rasa mual serta sensasi seperti berdebar-debar di lambung, selain nyeri perut.
2. Dapat Memperburuk Gastritis atau Tukak Lambung
Dalam sebuah penelitian Critical Reviews in Food Science and Nutrition, makanan pedas mungkin tidak langsung menyebabkan gastritis.
Namun, jika kamu sudah memiliki kondisi tersebut, makan pedas dapat memperburuk kondisinya. Jadi sebaiknya hindari makanan pedas.
3. Penambahan Berat Badan
Rempah-rempah pada umumnya bisa membantu menurunkan berat badan. Namun, banyak makanan yang diolah menjadi pedas itu berbahan dasar daging, dan biasanya akan membuat konsumsi berlebihan sehingga menyebabkan naiknya berat badan.
Dan juga, biasanya setelah makan pedas merasa ingin makanan yang manis, ini bisa mempengaruhi berat badan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kuliner Bandung: Surganya Para Pecinta Makanan Pedas dan Manis
4. Dapat Menyebabkan Diare
Saat makanan pedas masuk ke saluran pencernaan, dapat meningkatkan laju pencernaan. Itulah kenapa makan pedas bisa menyebabkan diare, serta nyeri saat buang air besar.
5. Dapat Menyebabkan Sakit Kepala
Sakit kepala setelah mengonsumsi makanan pedas bisa timbul tiba-tiba dan sangat menyakitkan. Tentu saja jika mengonsumsinya dengan level yang sangat pedas.
Walau tidak ada batasan untuk mengonsumsi makanan pedas karena itu tergantung dengan toleransi masing-masing. Namun ada baiknya untuk tidak terlalu sering mengonsumsinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health Shots