Sabtu, 01 NOVEMBER 2025 • 16:10 WIB

Bangga! Malang & Ponorogo Resmi Jadi Bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO

Author

Malang dan Ponorogo resmi jadi bagian dalam jaringan Kota Kreatif UNESCO. (Instagram/grebegsuroponorogo)

INDOZONE.ID - Kabar membanggakan datang dari Jawa Timur! Dua kota di provinsi ini, Malang dan Ponorogo, resmi masuk dalam jaringan Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN).

Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, bertepatan dengan peringatan World Cities Day 2025.

Baca juga: Wamenpar Pastikan Geopark Maros-Pangkep Siap Jalani Revalidasi UNESCO

Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Satrya Wibawa, mengatakan bahwa terpilihnya dua kota ini menunjukkan pesatnya pertumbuhan ekosistem kreatif di Indonesia.

"Artinya, kreativitas tidak hanya berkembang di kota besar seperti Jakarta atau Bandung, tapi juga di daerah yang punya akar budaya kuat dan inovasi digital yang dinamis," ujar Satrya Wibawa seperti dilansir Antara, Sabtu (1/11/2025).

Ponorogo resmi jadi bagian dalam jaringan Kota Kreatif UNESCO. (Instagram/sahabatsumand)

Ponorogo ditetapkan sebagai Kota Kreatif bidang Crafts and Folk Art.

Predikat ini tak lepas dari kekayaan budaya seperti seni Reog Ponorogo, berbagai kerajinan tangan lokal, hingga komunitas seniman dan pengrajin yang terus menjaga tradisi leluhur.

Dengan pengakuan ini, Ponorogo kini bergabung dengan jejaring kota dunia yang menjadikan kriya dan seni rakyat sebagai motor pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Danau Toba Raih Status Green Card Global Geopark dari UNESCO Lagi, Menpar Apresiasi Semua Pihak

Malang resmi jadi bagian dalam jaringan Kota Kreatif UNESCO. (disporapar.malang)

Sementara itu, Malang mendapat pengakuan di bidang Media Arts berkat ekosistem kreatifnya yang kuat dalam game, animasi, digital storytelling, serta dukungan dari berbagai komunitas kreatif dan universitas di wilayah tersebut.

Melalui status ini, Malang bisa berkolaborasi dengan kota-kota media arts lain seperti Changsha dan Gwangju, serta memperkuat jaringan kolaborasi di kawasan Asia Tenggara berbasis konten lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU