Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 28 SEPTEMBER 2025 • 12:06 WIB

Wamenpar Pastikan Geopark Maros-Pangkep Siap Jalani Revalidasi UNESCO

Wamenpar Pastikan Geopark Maros-Pangkep Siap Jalani Revalidasi UNESCOWamenpar, Ni Luh Puspa, dalam kunjungannya ke Leang-Leang Archaeological Park, Rabu (24/9/2025). (Sumber: dok. Kemenpar RI)

INDOZONE.ID - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan kesiapan Geopark Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, menghadapi proses revalidasi UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Kunjungan Wamenpar ke Leang-Leang Archaeological Park, Rabu (24/9/2025), dilakukan untuk melihat langsung persiapan di lapangan. “Bu Menteri (Menpar Widiyanti) sangat concern terhadap geopark-geopark yang kita miliki, terutama yang sudah terevaluasi. Kami ingin memastikan kesiapannya seperti apa,” ujarnya.

Baca juga: Menikmati Eksotisme Jalur Selatan Jawa dari Balik Jendela Kereta Panoramic KAI

Ni Luh Puspa menjelaskan, perpanjangan status UNESCO Global Geopark akan membawa dampak signifikan. Selain menjaga keberlanjutan warisan geologi, ekologi, dan budaya, status itu juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan geowisata dan ekowisata. Ia menekankan bahwa hal ini sejalan dengan arah kebijakan pariwisata nasional yang menitikberatkan pada kualitas dan keberlanjutan, serta mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo tentang harmoni antara lingkungan, budaya, dan pembangunan.

Geopark Maros-Pangkep telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark sejak 24 Mei 2023. Status tersebut menjadikannya taman bumi global pertama di Pulau Sulawesi. Adapun revalidasi UNESCO dilakukan setiap empat tahun sekali guna menilai standar pengelolaan geopark, konservasi alam, serta keterlibatan masyarakat.

Wamenpar mengapresiasi Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep yang dinilai telah menyiapkan proses jauh-jauh hari. Ia juga mendorong agar pengalaman Geopark Toba dijadikan pelajaran untuk memperkuat strategi menghadapi evaluasi.

“Tadi sudah dicatat, Pak GM (Dedy Irfan) juga sudah siap. Nanti kita bisa duduk bersama lagi untuk melihat bentuk kolaborasi. Kemenpar bisa mendukung, termasuk dalam pelatihan-pelatihan masyarakat,” tutur Ni Luh Puspa.

Sebelumnya, UNESCO memberikan enam catatan untuk penguatan pengelolaan geopark ini, antara lain mengenai peningkatan visibilitas, promosi, konservasi geologi, dan pendidikan. GM Badan Pengelola, Dedy Irfan, berharap semua unsur pentahelix dapat mengambil peran. “Kami berharap semua pihak bisa mengambil peran yang sama,” ucapnya.

Baca juga: Bupati Haili Yoga Temui Wamen Pariwisata Bahas Pengembangan Wisata Aceh Tengah

Dalam agenda tersebut hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Muhammad Arafah; Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Maros, Suwardi Sawedi; Asisten Deputi Strategi Event Kemenpar, Fransiskus Handoko; serta Direktur Poltekpar Makassar, Herry Rachmat Widjaja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release/Kemenpar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wamenpar Pastikan Geopark Maros-Pangkep Siap Jalani Revalidasi UNESCO

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!