Jumat, 12 JUNI 2026 • 18:08 WIB

Sejarah Ayam Goreng Mbok Berek, Kuliner Legendaris yang Favorit di Indonesia

Author

Sejarah Ayam Goreng Mbok Berek. (Mbok Berek)

INDOZONE.ID - Ayam goreng merupakan makanan favorit rakyat Indonesia. Salah satu restoran terkenal dengan menu andalan ayam goreng adalah Ayam Goreng Mbok Berek.

Merek ini sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia karena kelezatan ayam gorengnya. Pernahkah kamu mencoba makan di Ayam Goreng Mbok Berek?

Sejarah Ayam Goreng Mbok Berek. (Mbok Berek)

Bagi konsumennya, Ayam Goreng Mbok Berek mungkin cuma restoran dengan makanan enak. Padahal, ada sejarah panjang di balik Ayam Goreng Mbok Berek yang jarang diketahui.

Restoran Ayam Goreng Mbok Berek mayoritas masih dikelola oleh keturunan Ronodikromo dan Nini Ronodikromo. Pasangan itu menjual ayam goreng yang kelak jadi menu andalan di Ayam Goreng Mbok Berek. 

Baca juga: Resep Bakso Goreng Ayam Udang Lezat dan Gurih, Anti Gagal

Yuk, simak penjelasan tentang sejarah Ayam Goreng Mbok Berek!

Sejarah Ayam Goreng Mbok Berek

Berawal dari Tangisan

Ronopawiro lebih dikenal dengan nama Djakiman, menikahi Nini Ronodikromo yang punya panggilan Nyi Rame. Pasangan ini tinggal di Desa Candisari, Yogyakarta.

Pernikahan mereka dikaruniai enam anak, yaitu Samidjo Mangudimedjo, Saminten Pawirosudarsono, Sukinah  Mulyodimejo, Tumirah Martohanggono, Saminun, dan Suwarto.

Pasangan ini berdagan keliling menjajakan Ayam Goreng Kalasan. Salah satu anak mereka kerap menangis hingga menjerit-jerit, yang dalam bahasa Jawa disebut “berek-berek”.

Tanpa tahu siapa yang memulai, berek mulai melekat pada Nini Ronodikromo hingga dipanggil Mbok Berek. Panggilan Mbok Berek bahkan perlahan-lahan mengikis sebutan Nyi Rame yang awalnya melekat pada Nini Ronodikromo.

Siapa sangka, julukan Mbok Berek justru membawa berkah tersendiri dalam bisnis jualan ayam goreng. Nama Mbok Berek mulai mencuri perhatian hingga populer di telinga para pencinta ayam goreng.

Resep Konon Didapat dari Kakek Berbaju Ungu

Kenapa ayam goreng Mbok Berek begitu nikmat? Ternyata, ada cerita unik di balik penemuan racikan ayam goreng Mbok Berek yang khas.

Konon, racikan Mbok Berek berawal dari pertemuan dengan seorang kakek berbaju ungu khas orang Baduy yang datang ke kedainya.

Kakek itu terlihat lelah dengan dahinya yang berkeringat. Mbok Berek berniat mengambil air, tapi kakek itu mencegahnya.

Kakek itu sempat bertanya kepada Mbok Berek soal apa yang dijualnya. Mbok Berek menjawab ayam goreng. Kemudian, kakek itu memberikan resep ayam goreng yang begitu enak.

Mbok Berek pun melanjutkan niatnya mengambilkan air untuk si kakek. Akan tetapi, saat kembali membawa air, kakek itu sudah hilang.

Sejak itu, Mbok Berek menggunakan resep dari si kakek untuk berjualan di kedainya. Secara tidak langsung, resep ayam goreng itu membantu meningkatkan popularitas Mbok Berek.

Minta Usaha Ayam Goreng Diteruskan

Sejarah Ayam Goreng Mbok Berek. (Mbok Berek)

Seiring berkembangnya usaha ayam goreng, Ronopawiro dan Mbok Berek berpesan supaya bisnis ini tetap diteruskan. Sebelum meninggal dunia, mereka berpesan resep boleh digunakan asal tetap di dalam keluarga.

Keturunan Mbok Berek yang meneruskan usaha ayam goreng, adalah sang cucu, yaitu Noor Indarti. Ia resmi mendirikan Ayam Goreng Mbok Berek di Kalasan, pada 1952.

Bahkan, Presiden Soekarno kala itu mendatangi Ayam Goreng Mbok Berek yang membuat popularitas restoran ini makin meningkat.

Baca juga: Resep Ayam Goreng Hong Kong Lezat dan Crispy, Bikin Nagih

Namun, restoran ini bangkrut pada medio 1960-an hingga sempat vakum selama beberapa tahun.

Putri dari Noor Indarti, yaitu Ratna Djuwita Umiyatsih Redjeki membangkitkan usaha ini dengan nama Ayam Goreng Mbok Berek Ny. Umi. Ia mematenkan nama ini pada 1972 di bawah PT Weling Simbah Wulung.

Sebelum mematenkan nama usaha tersebut, perjalanan Ny. Umi tidaklah mudah. Ia memulai usaha ini di Jakarta saat sudah menikah. Di Jakarta, ia tinggal di rumah saudaranya.

Suami Ny. Umi merupakan sarjana hukum yang bekerja di ekspedisi muatan kapal laut dengan gaji Rp15.000 per bulan. 

Untuk membantu perekonomian keluarga, Ny. Umi memutuskan untuk menjual ayam goreng di Pasar Cikini. 

Setelah jatuh bangun, Ny. Umi mampu membuka rumah makan di kawasan Pegangsaan Timur, lalu Tanjung Karang. Tapi, tutup karena kena gusur.

Pada 1978, Ny. Umi membuka usahanya lagi di kawasan Prof. Supomo yang dikontrak selama lima tahun. Di sini, usaha Ny. Umi berkembang sehingga membuka lagi di kawasan Prof. Supomo No. 10, 14, dan 16 yang kini jadi kantor pusat Ayam Goreng Mbok Berek Ny. Umi.

Itulah sejarah singkat Ayam Goreng Mbok Berek yang masih jadi favorit para pencinta ayam goreng.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mbok Berek, Sleman Kab

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU