Oleh-Oleh khas Jogja selain Bakpia. (Instagram/@tugu.jogjakarta)
INDOZONE.ID - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atau yang kerap juga disebut Jogja, merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Jalan-jalan ke Jogja tanpa membeli oleh-oleh, rasanya akan kurang tepat!
Bagi wisatawan lokal dan internasional, Jogja merupakan salah satu kota yang layak dijelajahi. Jogja menawarkan budaya otentik, keindahan alam, dan berbagai makanan khas yang menggugah selera.
Oleh-Oleh khas Jogja selain Bakpia. (Instagram@mitra_bakpia.bathok25)
Salah satu makanan khas Jogja yang juga kerap jadi oleh-oleh untuk dibawa pulang, adalah Bakpia. Kamu bisa membawa pulang Bakpia dengan berbagai rasa sebagai isiannya.
Namun, jika bosan dengan Bakpia, Jogja masih punya oleh-oleh lain yang layak dibeli loh. Apa saja? Yuk, simak tujuh oleh-oleh khas Jogja selain Bakpia!
Baca juga: Bosan Bakpia? Intip 6 Oleh-Oleh Jogja Anti-Mainstream yang Estetik dan Unik
Oleh-oleh khas Jogja selain Bakpia, Yangko. (Instagram/@giantyanko)
Daftar ini akan dimulai dari Yangko yang berwujud seperti mochi. Saat melihatnya, kamu mungkin berpikir Yangko mirip sekali dengan Mochi dari Jepang.
Namun, camilan tradisional Jogja ini juga memiliki tekstur lebih padat yang berbentuk kotak kecil khas.
Yangko terbuat dari tepung ketan dengan isian kacang tanah, stroberi, dan cokelat. Camilan tradisional ini dilapisi tepung gula yang membuat rasa manisnya tidak main-main.
Oleh-oleh khas Jogja selain Bakpia, Geblek. (Instagram/@geblekku_)
Rekomendasi kedua adalah Geblek yang merupakan makanan khas Kulon Progo. Geblek dikenal oleh masyarakat setempat karena bentuk uniknya, yang menyerupai angka 8.
Geblek terbuat dari tepung kanji yang dicampur dengan bawan putih dan garam, lalu digoreng hingga renyah.
Saat masih panas, Geblek paling enak untuk disantap. Sebab, tekstur Geblek renyah di luar dan kenyal di dalam. Jika sudah alot, Geblek cenderung lebih alot.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jogjaprov, Discover Asr