Selasa, 30 APRIL 2024 • 17:15 WIB

Mengulik Manfaat dan Langkah-langkah Mindful Eating agar Tak Makan Berlebihan

Author

Ilustrasi orang makan

INDOZONE.ID - Beberapa orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah mindfulness. Kata ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar penggunaannya dalam kehidupan sosial yang sibuk dan multitasking.

Konsep ini populer karena menekankan pentingnya kesadaran terhadap fokus apa pun. Hal ini telah menjadi cara untuk mempromosikan perawatan diri yang baik.

Begitu juga dengan praktik mindful eating "makan dengan kesadaran", yang mengajak kita untuk menyadari pengalaman makan dengan lebih baik.

Mengonsumsi makanan secara sadar artinya memperhatikan makanan dengan penuh kesadaran dan tanpa menghakimi.

Ini adalah pendekatan terhadap makanan yang menitikberatkan pada kesadaran sensual individu terhadap makanan dan pengalaman mereka saat mengonsumsi makanan tersebut.

Pendekatan ini tidak berkaitan dengan aspek kandungan kalori, karbohidrat, lemak, atau protein dalam makanan.

Mindful eating juga merupakan aspek psikologis yang mempengaruhi cara seseorang memandang makanan, mengontrol perasaan negatif, dan memotivasi diri ketika makan.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Ngidam Makan Makanan Manis Sebelum Tidur dan Cara Mencegahnya

Manfaat

Ilustrasi wanita makan

Meskipun tidak bertujuan untuk menurunkan berat badan secara khusus, seringkali individu yang menerapkan pola makan sadar akan mengalami penurunan berat badan.

Fokusnya adalah untuk membantu individu menikmati momen dan pengalaman saat makan, serta mendorong kehadiran penuh mereka dalam proses makan.

Studi Knol dkk. (2020) mencatat manfaat dari mindful eating melalui Mindful Eating Intervention (MEI), yang menggunakan meditasi mindfulness untuk membantu peserta memahami sensasi tubuh mereka saat makan tanpa menghakimi pengalaman tersebut.

Peserta yang mengikuti MEI memiliki skor MEQ yang lebih tinggi daripada peserta kontrol, yang menunjukkan tingkat kesadaran lebih tinggi terhadap makanan yang dikonsumsi.

Sementara studi oleh Duarte dkk pada tahun 2017, menunjukkan bahwa mindfulness melalui intervensi Compassionate Attention and Regulation of Eating Behaviour (CARE) dapat mengurangi gejala binge eating disorder (BED) dan risiko obesitas.

Intervensi CARE menggunakan pendekatan self-help dengan menyediakan materi psikoedukasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam mengatur makan, pengelolaan emosi, dan siklus binge eating.

Baca Juga: Bukan Menu Biasa, Salinan Menu Makan Malam Kelas 1 Titanic Terjual hingga Rp1,5 Miliar

Langkah-Langkah

Ilustrasi wanita makan

Mengonsumsi makanan secara sadar melibatkan kesadaran penuh terhadap setiap piring atau suapan makanan yang masuk ke dalam mulut.

Berikut adalah beberapa saran yang bermanfaat untuk mempraktikkan makan dengan kesadaran penuh:

1. Sebelum mengambil sesuatu dengan refleks, berhentilah sejenak dan luangkan waktu untuk menyadari perasaanmu dan apa yang mungkin ingin membuatmu kenyang. Apakah kamu merasa kesepian? Atau kamu benar-benar merasa lapar secara fisik? Berhati-hatilah terhadap respons dan buatlah keputusan yang tepat.

2. Jika keinginanmu tidak terkait dengan rasa lapar, lakukan aktivitas lain yang lebih sesuai.

3. Makan dengan sengaja dan fokuslah hanya pada makanan. Hilangkan segala gangguan dan perhatikan dengan seksama makananmu.

4. Selain menikmati rasa makanan, pertimbangkan upaya yang diperlukan untuk menyediakan makanan tersebut. Siapa yang terlibat dalam proses penanaman dan produksi?

Pikirkan tentang matahari dan tanah yang diperlukan untuk menumbuhkan bahan-bahan tersebut dan pertanyakan asal-usulnya. Hargai semua proses yang diperlukan untuk menyajikannya di mejamu.

5. Rasakan setiap suapan dengan penuh nikmat.

6. Setelah setiap suapan, perhatikan tubuhmu untuk mengetahui perasaannya. Apakah kamu sudah merasa cukup kenyang? Apakah kamu membutuhkan lebih banyak? Apakah sudah saatnya untuk berhenti? Kemudian, lanjutkan dengan pilihanmu.

Studi yang dilakukan oleh Alberts (2012), menemukan bahwa perilaku makan yang tidak sehat dapat diminimalkan melalui penerapan mindfulness menggunakan Terapi Kognitif Berbasis Kesadaran (MBCT).

MBCT yang dilakukan selama 8 minggu, melibatkan latihan seperti meditasi duduk dan berjalan, mindful eating, body scan, dan penerimaan diri terhadap tubuh.

Terapi ini terdiri dari lima komponen utama, yaitu mindful eating, kesadaran akan isyarat lapar dan kenyang, kesadaran akan pikiran dan perasaan yang terkait dengan makan, non judging of inner experience, serta kesadaran dan perubahan pola kebiasaan sehari-hari dalam makan dan aktivitas fisik.

 

Writer: Putri Surya Ningsih


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Mindful Eating The Art Of Presence While You Eat

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU