INDOZONE.ID - Pernah mendengar istilah “buah batu”? Yaitu kelompok buah yang memiliki lapisan keras di bagian tengah, yang melindungi biji. Beberapa buah batu yang tumbuh subur di Indonesia adalah mangga dan kelapa.
Kelompok buah batu lainnya yaitu kurma, zaitun, plum, aprikot, ceri, persik (peach) dan nektarin. Meskipun enggak tumbuh di Indonesia, buah-buahan ini banyak dijual di supermarket dan toko-toko online.
Artikel ini akan membahas buah persik dan nektarin, secara spesifik. Kedua buah ini termasuk famili Rosaceae, seperti bunga mawar.
Baik nektarin dan buah persik dapat diklasifikasikan sebagai clingstone, yang berarti bijinya menempel pada daging, dan freestone, yang berarti bijinya mudah terlepas dari daging. Ada juga semi- freestone yang merupakan hibrida dari keduanya.
Meski sering disebut “saudara kembar”, persik dan nektarin ternyata punya banyak perbedaan.
Asal-usul Persik dan Nektarin
Buah persik (Prunus persica) berasal dari Cina. Para ilmuwan memperkirakan, tanaman persik sudah ada lebih dari 8000 tahun yang lalu. Sementara nektarin (Prunus persica var. nucipersica) telah dibudidayakan di Cina lebih dari 4000 tahun silam.
Nektarin termasuk varian buah persik, bukan persilangan antara persik dan plum. Baik persik maupun nektarin menyebar dan dibudidayakan di berbagai negara.
Serupa Tapi Tak Sama
Persik berukuran lebih besar dari nektarin. Kulit persik maupun nektarin ada yang berwarna keemasan, merah dan merah muda. Keduanya hampir sama secara genetik, tetapi varian gen menyebabkan persik memiliki kulit buah tipis dengan bulu halus pada permukaannya. Sementara kulit nektarin halus dan berkilau seperti apel.
Keduanya memiliki varian daging buah berwarna putih dan jingga (kekuningan). Rasanya manis asam mirip mangga. Daging buah persik yang matang lebih lembut, sementara nektarin lebih keras.
Olahan Persik dan Nektarin
Pohon persik dan nektarin mekar di musim semi dan berbuah antara Mei dan akhir September. Beberapa varietas hanya tersedia selama puncak panen, antara Juli dan Agustus.
Baik buah persik maupun nektarin sangat aromatik, karena memiliki wangi khas. Selain dimakan segar, keduanya bisa diolah menjadi selai, jus, smoothie, manisan, campuran cake, pie, salad, sereal bahkan keripik. Keduanya juga bisa dijadikan pelengkap untuk menu masakan yang dipanggang.
Nutrisi Nektarin dan Persik
Nektarin dan buah persik mengandung nutrisi yang serupa, termasuk serat yang tinggi. Kedua buah ini juga kaya akan vitamin C, A dan mengandung sedikit potasium. Nektarin mengandung senyawa antioksidan polifenol yang lebih tinggi dibandingkan buah persik.
Nektarin dan persik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain: menjaga kesehatan kulit dan mata, meningkatkan kekebalan tubuh dan kesehatan pencernaan, serta membantu menurunkan berat badan.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators