Selasa, 20 JANUARI 2026 • 13:30 WIB

Greenland Disebut “Tanah Hijau" Padahal Isinya Es? Ini Penjelasannya

Author

Wilayah Greenland (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Greenland merupakan wilayah yang dikenal dengan tumpukan es terbesar di dunia.

Wilayah ini memegang peran kuat dalam mengendalikan sistem iklim global dan menjadi kawasan pertama yang merespon jika terjadi perubahan iklim dunia.

Berbeda dengan wilayah di belahan bumi lain, kehidupan masyarakat di Greenland sangat bergantung dengan potensi alam.

Selama ratusan tahun, mereka konsisten dalam mengatur pola hidup yang bergantung dengan keseimbangan alam dan telah diwariskan secara turun menurun,

Baca juga: Syarat dan Cara Refund Tiket Kereta Api KAI Online dan Offline, Mudah Banget!

Letak Geografis Greenland

Greenland terletak di bagian Amerika Utara dan memiliki kebebasan sendiri dalam mengatur pemerintahannya walaupun termasuk bagian dari integral Kerajaan Denmark.

Kerjaan Denmark pernah memerintah dan mengatur langsung Greenland ini pada abad ke-18 sampai tahun 1979. Sampai akhirnya Greenland resmi menjadi wilayah otonom di tahun 2009 dan masih menjadi bagian dari Kerajaan Denmark sampai hari ini.

Jumlah Penduduk Greenland

Dengan luas wilayah sebesar 2.16 juta km2, wilayah otonom ini ditinggali oleh 56 ribu jiwa penduduk yang tersebar di berbagai wilayah. Populasi di Greenland menjadikannya mendapatkan posisi nomor satu negara dengan populasi paling sedikit di dunia.

Warga Greenland hidup di wilayah yang 80% ditutupi oleh hamparan dan pegunungan es di tiap sudutnya.

Asal Mula Nama Greenland

Berawal dari tahun 985, seseorang asal Islandia bernama Eric the Red diasingkan ke wilayah ini. Ia bersama keluarga besarnya pergi menggunakan kapal untuk mencari wilayah yang layak huni dalam jangka panjang.

Pada zaman itu, orang-orang menamai suatu daerah dengan apa yang ia lihat. Wilayah yang penuh dengan hamparan rumput hijau itu akhirnya ia sebut dengan Greenland.

Baca juga: Apakah KTP Ditahan saat Check-in Hotel? Simak Penjelasannya Lengkapnya!

Hamparan rumput hijau yang awalnya menguasai tanah Greenland, lama-lama digantikan oleh hamparan es karena pergantian musim. Eric tidak mengetahui hal ini sebelumnya dan tetap memanggil wilayah tersebut sebagai Greenland.

Meletusnya Gunung Samalas di Lombok pada 1257 juga memperparah kondisi alam di Greenland. Letusan tersebut berdampak pada turunnya iklim dunia secara drastis terutama di wilayah ini.

Potensi Ekonomi Greenland

Penduduk Greenland sangat bergantung pada komoditas hasil laut. Banyak dari penduduk Greenland bekerja dengan berburu binatang hasil laut seperti paus, anjing laut, dan ikan. 

Selain mengandalkan komoditas laut, mereka juga mengelola berbagai hewan ternak seperti domba, sapi, dan rusa.

Greenland juga kaya akan hasil kandungan mineral seperti emas, bijih besi, tembaga, sampai uranium. Kekayaan kandungan mineral itu didorong oleh masifnya bongkahan es yang terus menerus mencair. 

Selain itu, Greenland memiliki kekayaan gas dan minyak bumi dengan kuantitas yang sangat besar.

Baca juga: Resep Gulai Singkong yang Gurih dan Lezat, Mudah Dibuat di Rumah

Awal Mula Denmark Menguasai Greenland

Orang-orang yang bermukim di Greenland telah lama mendiami wilayah ini. Orang-orang tersebut merupakan kelompok bagian suku Inuit. Mereka mendiami pulau ini sejak abad ke-7 SM.

Pada tahu 1000, penduduk asal Eropa yang mayoritasnya adalah pelaut mulai beramai-ramai mendiami pesisir Greenland yang sekarang merupakan bagian Norwegia dan Islandia.  

Wilayah Greenland lalu dikuasai dan diambil alih oleh Kerajaan Denmark dan Kerajaan Norwegia pada abad ke-15 sampai ke-17. Akhirnya, setelah Norwegia dan Denmark terpecah pada tahun 1814, Greenland resmi diambil alih secara penuh oleh Denmark di tahun itu.

Hari ini, Greenland masih tergabung dalam di bawah kekuasaan Kerajaan Denmark. Greenland memegang kendali dalam urusan administrasi lokal, sedangkan Denmark mengatur kebijakan laur negeri Greenland dan menjamin keamanannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ajarekonomi.com, Cestee.id, Youtube/geografyi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU