Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 18:27 WIB

MRT Buka Rute Fatmawati-TMII, Bakal Terintegrasi dengan LRT Jabodebek

Author

Transportasi umum MRT memperbaharui jam operasionalnya hingga pukul 24.00 WIB. (Freepik Premium/Tito Rollis)

INDOZONE.ID - PT MRT Jakarta (Perseroda) akan mengintegrasikan rute Fatmawati-TMII dengan LRT Jabodebek pada proyek pembangunan fase empat, beberapa tahun mendatang.

Hal tersebut pun disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, dalam konferensi pers peresmian Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia di Jakarta

"Tentu itu akan dilakukan setelah konstruksi fase tiga yakni lintas timur–barat (east–west) rute Medan Satria–Tomang selesai. Fase ini targetnya mulai tahun depan," kata Tuhiyat, seperti INDOZONE sadur dari Antara, Jumat (12/12/2025).

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya mohon dukungan agar pembangunan itu dapat berjalan lancar tanpa hambatan. 

Baca juga: 5 Cara Mengolah Pistachio yang Mudah dan Nikmat di Rumah

Tuhiyat mengatakan pada 2026, MRT Jakarta akan memulai konstruksi jalur timur–barat dari Medan Satria Bekasi sampai Tomang sepanjang 24,5 km. Hal ini sejalan dengan mandat pemerintah yakni membangun infrastruktur stasiun transportasi publik.

Sedangkan, MRT Fatmawati–TMII direncanakan akan melintasi 10 stasiun, yakni Fatmawati, Antasari, Ampera, Warung Jati dan Tanjung Barat. Kemudian, Ranco, Jalan Raya Bogor, Tanah Merdeka, Kampung Rambutan dan TMII.

Selain tersambung dengan MRT Fase satu, rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia, ada transportasi publik lainnya seperti lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek, kereta rel listrik (KRL) dan Transjakarta.

Baca juga: Tofu,  Makanan Tradisi Kuliner dari Dinasti Han yang Masih Ada di Indonesia Hingga Kini

Proyek MRT fase empat sendiri direncanakan digarap dengan skema kerja sama badan usaha dengan pemerintah (KPBU) dan tidak lagi dilakukan dengan pembiayaan dari Jepang, yakni JICA seperti yang selama ini dilakukan di proyek MRT Jakarta.

Jaringan MRT lintas Timur–Barat akan menghubungkan kawasan Cikarang, Bekasi hingga Balaraja, Tangerang sebagai bagian dari rencana perluasan layanan transportasi massal berbasis rel di Jabodetabek.

Pembangunan lintas Timur–Barat ini terdiri atas dua fase besar. Fase I dibangun dalam dua tahap, yakni tahap 1 yang menghubungkan Medan Satria–Tomang sepanjang 24,5 kilometer dan tahap 2 yang melanjutkan trase dari Tomang menuju Kembangan dengan panjang 9,2 kilometer.

Sementara itu, fase II proyek tersebut akan mencakup pembangunan jalur dari Kembangan ke Balaraja serta dari Medan Satria menuju Cikarang dengan total panjang mencapai 50,4 kilometer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU