INDOZONE.ID - Perusahaan makanan siap saji asal Amerika, McDonald's, kena imbas akibat perang Gaza sejak 7 Oktober 2023. Chris Kempczinski selaku CEO perusahaan tersebut, mengeluh kini bisnisnya terdampak akibat konflik Israel dan Palestina.
Melansir dari Reuters, Kempczinski menyebut informasi yang beredar saat ini merupakan kekeliruan yang tidak berdasar.
"Kami beroperasi di setiap negara termasuk negara-negara muslim. McDonald's dengan bangga dipimpin lokal yang bekerja tanpa lelah untuk melayani dan mendukung bisnis mereka sambil mempekerjakan ribuan orang di berbagai negara," kata CEO McDonald's.
Baca Juga: Viral Video Gerai McDonald's 'Disulap' Bernuansa Palestina, Pihak McD Sebut Itu Bukan di Indonesia
Dampak bisnis ini terjadi setelah adanya seruan boikot perusahaan McDonald's karena diduga pro Israel.
McDonald's dituding mengucurkan dana sponsor terhadap Israel untuk menyerang Palestina di Gaza. Tak hanya McDonald's, perusahaan kopi Starcucks juga ramai diboikot oleh publik.
McDonald's diketahui membagikan makanan gratis kepada pasukan Israel. Hal ini diunggah secara langsung oleh perusahaan makanan tersebut.
Akibatnya, publik ramai-ramai menyerukan boikot McDonald's karena aksi tersebut. Bahkan seruan ini sangat keras di negara-negara Arab seperti Mesir, Yordania, dan di luar kawasan arab yang mayoritas penduduknya muslim seperti Malaysia dan Indonesia.
Baca Juga: CEO Starbucks Protes Aksi Boikot Produk Pendukung Israel yang Bikin Dia Rugi: Misinformasi!
Aksi boikot ini berdampak pada pendapatan perusahaan tersebut. Dalam laporan terbaru saham McDonald's menurun akibat dugaan pro Israel.
Penulis: Gina Nurulfadilah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters