Minggu, 24 MEI 2026 • 18:15 WIB

Daftar Jajanan Kaki Lima Rating Terendah di Asia Tenggara 2026, Indonesia Mendominasi!

Author

Ilustrasi jajanan kaki lima. (Freepik/rawpixel.com)

INDOZONE.ID - Negara-negara di Asia Tenggara terkenal dengan kuliner atau jajanan kaki lima yang wajib dicoba wisatawan. Makanannya pun beragam, mulai dari yang pedas, manis hingga bercita rasa ekstrem.

Namun, tidak semua jajanan tersebut cocok di lidah setiap orang. Di balik popularitasnya, ada juga beberapa makanan kaki lima dengan rating rendah alias tak enak.

Nah bicara soal jajanan kaki lima, baru-baru ini platform kuliner TasteAtlas merilis daftar jajanan dengan rating atau penilaian rendah pada 2026.

Baca juga: 10 Makanan Wajib saat Tahun Baru Imlek Beserta Maknanya, Simbol Rejeki dan Panjang Umur

Menariknya, dalam daftar itu terdapat sejumlah makanan yang berasal dari Indonesia. Berikut ini daftarnya dari terendah hingga tertinggi!

10. Hon Mhai (Thailand)

Di urutan paling bawah ada makanan ekstrem dari Thaiand bernama hon mhai atau ulat sutra yang digoreng.

Biasanya, hidangan ini dijual digerobakan kaki lima dan biasanya dibumbui garam serta lada. Terkadang hon mhai disajikan dengan saus tambahan bagi yang suka rasa pedas.

Masyarakat lokal percaya, makanan ini kaya protein dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tertentu.

9. Laba-Laba Goreng atau A-ping (Kamboja)

Laba-laba goreng atau A-Ping. (Freepik/achimprill)

Selanjutnya ada A-ping, yakni laba-laba goreng khas kota Skuon di Kamboja.

Kuliner ini mulai populer sejak 1970-an. Cara memasaknya cukup unik, yaitu laba-laba dibalut tepung lalu digoreng dalam minyak panas.

Biasanya hidangan ini disajikan bersama sayuran, nasi, atau mi. Rasanya disebut mirip perpaduan ikan cod dan ayam.

8. Balut atau Telur Bebek Fertilisasi (Filipina & Vietnam)

Balut, atau telur bebek fertilisasi yang populer di Filipina dan Vietnam, juga masuk dalam daftar makanan dengan rating rendah.

Balut dibuat dari telur bebek yang telah dierami sebagian sebelum direbus hingga matang. Hidangan ini biasanya disantap bersama daun ketumbar Vietnam, mint, cabai, bawang putih, cuka, atau perasan jeruk nipis.

Di Vietnam sendiri, telur fertilisasi juga kerap diolah menjadi berbagai menu lain seperti bubur, bihun, pho, hingga sup.

7. Hoy Tod (Thailand)

Hoy Tod atau omlet kerang khas Thailand juga masuk dalam daftar makanan rating rendah.

Buat yang belum tahu, makanan ini berupa telur goreng renyah yang dicampur kerang atau tiram dan biasa dijual di banyak kedai kaki lima Thailand.

6. Buntil (Indonesia)

Buntil, jajanan kaki lima dari Indonesia turut mengisi daftar selanjutnya. Makanan ini berasal dari Jawa Tengah dan terbuat dari kelapa parut yang dicampur ikan teri atau udang kering, cabai, bawang merah, serta aneka rempah.

Adonan tersebut kemudian dibungkus menggunakan daun singkong, daun pepaya, atau daun talas sebelum dimasak dalam santan.

Proses memasak membuat daun pembungkus menjadi lembut dan menyerap gurihnya santan.

5. Khao Khluk Kapi (Thailand)

Khao Kluk Kapi. (dok. thaifoodmadeeasy)

Khao khluk kapi merupakan hidangan nasi khas Thailand yang dibuat dari nasi goreng dengan campuran terasi udang. 

Menu ini kemudian disajikan bersama berbagai pelengkap seperti udang kering goreng renyah, irisan daging babi atau ayam, cabai, mangga muda serut, bawang, telur dadar iris, mentimun, daun bawang, dan aneka rempah segar.

Menurut TasteAtlas, perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan sajian berwarna-warni dengan cita rasa yang kaya dan kuat.

Nasi goreng terasi ini menjadi salah satu makanan kaki lima yang banyak dijual di berbagai penjuru Thailand.

4. Kupat Tahu (Indonesia)

Masih dari Indonesia, kupat tahu juga masuk dalam daftar.

Hidangan khas Jawa Barat dan Jawa Tengah ini berupa ketupat dan tahu goreng yang disiram saus kacang dengan berbagai pelengkap.

Kupat tahu dikenal memiliki perpaduan tekstur yang khas, mulai dari ketupat yang lembut, tahu renyah, hingga saus kacang manis gurih yang dicampur bawang putih, cabai, gula aren, hingga kecap manis.

Kamu bisa menemukan makanan ini di warung atau pedagang kaki lima di sejumlah wilayah Indonesia.

3. Rujak Petis (Indonesia)

Rujak Petis asal Ponorogo, Jawa Timur, juga tercantum dalam daftar.

Hidangan ini berupa campuran buah dan sayur seperti mentimun, bengkuang, mangga muda, kangkung, tauge, dan kacang panjang yang disiram saus petis khas berwarna hitam pekat.

Saus tersebut dibuat dari petis udang fermentasi yang dicampur kacang tanah, cabai, bawang putih, gula aren, dan air asam jawa.

2. Banh Tieu, Donat Vietnam

Banh tieu atau yang lebih sering dikebal sebagai “donat Vietnam” juga masuk daftar makanan dengan penilaian rendah.

Kue ini dibuat dari adonan tepung terigu yang digoreng dan ditaburi wijen. Teksturnya ringan, mengembang, dan sedikit manis.

Meski demikian, banh tieu tetap menjadi salah satu jajanan kaki lima populer di Vietnam, terutama saat disantap hangat di cuaca dingin.

1. Rendang Nangka Muda

Ilustrasi rendang nangka. (Freepik/Sri Widyowati)

Terakhir adalah kuliner kaki lima yang juga dari Indonesia, yakni versi vegetarian dari Rendang.

Jika rendang yang kita kenal dimasak menggunakan daging sapi menggunakan santan dan rempah-rempah, namun versi vegetariannya menggunakan nangka muda.

Baca juga: Boleh Gak Sih Bungkus Makanan Sarapan Hotel? Simak Aturan Hospitality yang Wajib Kamu Tahu!

Nangka muda dipilih karena memiliki tekstur padat menyerupai daging. Setelah dimasak lama, teksturnya menjadi lembut seperti rendang daging pada umumnya.

Rendang nangka muda biasanya tetap disajikan bersama nasi, sama seperti rendang tradisional khas Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Taste Atlas

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU