Keluarga Tionghoa merayakan Imlek. (Freepik/Flowo)
INDOZONE.ID - Tahun Baru Imlek 2026 tinggal menghitung hari. Masyarakat Tionghoa di seluruh dunia khususnya Indonesia bersiap menyambutnya dengan penuh semangat dan sukacita.
Beragam tradisi dan persiapan khusus dilakukan masyarakat Tionghoa dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Misalnya bersih-bersih rumah, mempersiapkan ornamen warna merah, kumpul keluarga hingga menyiapkan makanan-makanan khas Imlek.
Dalam artikel ini, Indozone akan bagikan 10 makanan khas yang wajib ada saat perayaan Imlek beserta maknanya.
Baca juga: Wisata Imlek di Bandung: Menelusuri Jejak Naga di Kawasan Pecinan Lama
Kue keranjang. (Instagram/@ny.tjong)
Kue keranjang merupakan makanan khas yang wajib ada saat perayaan Imlek. Bisa dibilang kue keranjang ini jadi primadona di meja makan keluarga.
Kue keranjang memiliki rasa manis dan bertekstur lengket. Meski begitu, makanan ini punya makna sebagai lambang harapan akan hidup yang lebih baik, rejeki yang banyak serta hubungan keluarga yang semakin erat.
Ilustrasi Mie Panjang Umur. (Freepik/elwynn)
Siu Mie juga jadi makanan wajib saat Tahun Baru Imlek. Mie ini disajikan tanpa putus saat dimasak. Makna dari Siu Mie yakni berumur panjang, diberi kesehatan dan kelancaran rejeki.
Supaya harapan itu terwujud, kamu dilarang memotong mie dengan gigi atau sendok sebelum seluruh mie masuk ke mulut.
Ikan Bandeng, salah satu ikan favorit masyarakat bugis untuk menu ikan masak. (Rudi Hartono)
Etnis Tionghoa di Indonesia menyajikan ikan bandeng saat Tahun Baru Imlek. Makna ikan (yu) dalam bahasa Mandarin terdengar mirip dengan kata "surplus" atau kelebihan. Dengan adanya sajian ikan, diharapkan rejeki terus mengalir.
Agar terwujud, kepala ikan harus menghadap ke orang tua sebagai rasa berbakti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan