INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, kamu lagi laper berat di kosan, terus penyelamat satu-satunya cuma stoples isi potongan kentang kecil-kecil yang rasanya manis pedas gurih?
Yup, apalagi kalau bukan kentang mustofa. Makanan satu ini emang juara banget buat jadi stok lauk darurat, karena awetnya bisa berbulan-bulan dan rasanya nggak pernah gagal kalau dimakan bareng nasi anget.
Tapi, pernah nggak terlintas di pikiran kamu pas lagi asyik ngunyah, sebenernya kenapa dinamakan kentang mustofa?
Kenapa nggak kentang bambang, kentang renyah, atau nama lainnya saja? Ternyata, di balik teksturnya yang kriuk menyerupai korek api ini, ada sejarah yang cukup dalam dan melibatkan orang nomor satu di Indonesia pada zamannya, yaitu Presiden Soekarno.
Yuk, kita gali bareng asal-usulnya yang ternyata seru banget buat diceritain balik ke temen tongkrongan dilansir dari YouTube/Koropak Culture selengkapnya!
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Kentang Mustofa Kekinian yang Bikin Gen Z Auto Melirik
Lauk Legendaris yang Jadi Sahabat Setia Anak Kos
Kentang mustofa itu sebenernya simpel banget secara visual. Bentuknya cuma irisan kentang tipis-tipis menyerupai batang korek api yang digoreng sampai bener-bener garing, lalu dibalut bumbu karamel pedas manis yang bikin nagih.
Selain enak buat camilan, fungsinya sebagai lauk pendamping emang nggak ada lawan.
Kelebihan utamanya yang bisa bertahan lama tanpa bahan pengawet aneh-aneh bikin makanan ini jadi bestie atau penyelamat hidup anak kos pas lagi tanggal tua.
Tapi siapa sangka, menu yang sekarang bisa kita temuin di warteg mana pun ini dulunya adalah menu eksklusif yang lahir dari lingkungan istana kepresidenan.
Sosok Penting di Balik Nama Mustofa
Jawaban dari pertanyaan kenapa dinamakan kentang mustofa, sebenernya merujuk pada nama seseorang yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari Bung Karno. Sosok tersebut adalah Opo Mustofa.
Beliau bukan orang sembarangan, lho. Opo Mustofa adalah koki pribadi kepercayaan Presiden Soekarno, yang bertugas menyiapkan segala kebutuhan pangan presiden dan keluarganya.
Terutama, saat mereka sedang berkunjung ke Istana Cipanas. Nama Mustofa ini jadi begitu melekat, karena beliau punya sentuhan tangan yang ajaib dalam mengolah masakan.
Bahkan, Bung Karno sendiri ngerasa ada yang kurang kalau masakannya nggak ada di meja makan.
Koki Istana yang Ternyata Seorang Ulama Besar
Selain jago masak di dapur istana, Opo Mustofa punya sisi kehidupan yang sangat dihormati di luar pekerjaannya sebagai koki.
Beliau adalah seorang ulama atau pemuka agama, yang berasal dari Kampung Kandang Sapi, Cianjur.
Masyarakat sekitar bahkan sering memanggilnya dengan sebutan Mama Kandang Sapi.
Nggak cuma jago meracik bumbu, Opo Mustofa juga dikenal sangat dekat dengan para pejuang kemerdekaan dan masyarakat kecil.
Jadi, nggak heran kalau etos kerja dan prinsip hidupnya juga terbawa sampai ke dapur, termasuk gimana cara beliau mengolah makanan biar nggak ada yang terbuang sia-sia.
Lahir dari Prinsip Anti Mubazir yang Keren Banget
Kisah terciptanya kentang mustofa ini sebenernya sangat inspiratif buat kita yang sering buang-buang makanan.
Sebagai koki yang taat agama dan punya prinsip hidup yang lurus, Opo Mustofa sangat nggak suka kalau ada bahan makanan yang terbuang percuma alias mubazir.
Suatu hari, ada sisa-sisa potongan kentang dari olahan menu utama istana. Daripada dibuang begitu saja, Opo Mustofa memutar otak dan berkreasi.
Beliau mengiris sisa kentang itu jadi tipis-tipis banget, menggorengnya sampai renyah, lalu membumbuinya.
Nggak disangka, kreasi iseng dari bahan sisa ini malah jadi mahakarya kuliner yang rasanya luar biasa enak.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Kroket Kentang yang Unik, Lucu, dan Bikin Laper Duluan!
Ucapan Bung Karno yang Mempopulerkan Nama Ini
Nah, momen kenapa dinamakan kentang mustofa ini makin sah gara-gara celetukan dari Bung Karno sendiri.
Suatu hari, pas lagi jam makan, Presiden Soekarno ngerasa ada yang kurang di meja makannya. Ternyata, menu kering kentang buatan Opo Mustofa itu belum disajikan.
Sambil mencari-cari, Bung Karno pun bertanya kepada pelayan istana, "Kentang Mustofa mana?".
Sejak saat itulah, orang-orang di istana mulai menyebut menu kering kentang tersebut dengan nama Kentang Mustofa.
Nama itu terus dipakai secara turun-temurun, dan akhirnya menyebar luas ke masyarakat luar istana sampai jadi sebutan paten hingga hari ini.
Rahasia Kenapa Masakan Opo Mustofa Tiada Duanya
Banyak yang bilang, kalau masakan yang dibuat dengan hati itu rasanya bakal beda, dan itu terbukti pada kentang mustofa buatan Opo Mustofa.
Dedikasinya sebagai koki sekaligus ulama bikin setiap masakan yang beliau sajikan punya "nyawa".
Bung Karno yang dikenal punya selera makan cukup tinggi, dan pemilih soal rasa pun bisa jatuh cinta sama olahan kentang ini.
Tekstur renyahnya yang pas dikombinasikan dengan rasa bumbu yang meresap sempurna, bikin siapa pun yang nyobain pasti pengen tambah lagi.
Nggak heran kalau sampai sekarang, resep dasar dari kentang mustofa ini terus dimodifikasi tapi tetap mempertahankan ciri khas aslinya.
Dari Menu Rahasia Istana Jadi Kuliner Sejuta Umat
Setelah keluar dari lingkungan istana, resep kentang mustofa ini mulai dikenal luas oleh masyarakat, terutama di daerah asalnya di Jawa Barat.
Orang-orang mulai mencoba bikin sendiri di rumah, karena bahan-bahannya yang mudah didapat dan cara bikinnya yang nggak terlalu rumit kalau sudah tahu triknya.
Sekarang, kita bisa nemuin kentang mustofa di mana saja, mulai dari toko oleh-oleh, pasar tradisional, sampai supermarket besar.
Makanan ini sudah bertransformasi dari sekadar menu sisa istana jadi salah satu ikon kuliner Indonesia yang paling dicari, terutama buat dibawa traveling atau bepergian jauh.
Inspirasi Buat Terus Berkreasi Tanpa Batas
Belajar dari sejarah kenapa dinamakan kentang mustofa, kita bisa ambil pelajaran kalau kreativitas itu nggak harus datang dari bahan-bahan yang mahal.
Sesuatu yang awalnya dianggap sisa atau kurang berharga, kalau diolah dengan niat baik dan sentuhan kreatif, bisa jadi sesuatu yang legendaris bahkan dikenang sepanjang masa.
Opo Mustofa sudah membuktikan, kalau prinsip hidup yang baik bisa melahirkan karya yang bermanfaat buat banyak orang.
Jadi, tiap kali kamu lagi makan kentang mustofa, inget ya kalau di balik kriuknya itu ada semangat buat nggak nyia-nyiain rezeki.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Kentang Goreng Kekinian Ala Gen Z yang Menarik
Jadi, sekarang kamu sudah nggak bingung lagi kan kalau ditanya soal asal-usul lauk satu ini?
Kentang mustofa bukan cuma sekadar makanan enak, tapi ada sejarah persahabatan antara koki sekaligus ulama hebat dengan presiden pertama kita.
Lewat cerita ini, kita jadi makin menghargai makanan yang kita santap setiap hari. Buat kamu para pejuang skripsi atau pekerja kantoran yang stok kentang mustofanya sudah mau habis, mending buruan restock lagi, sambil bayangin gimana dulu Bung Karno juga lahap banget makan lauk yang sama kayak kamu sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube