INDOZONE.ID - Kalau kamu pikir semua makanan yang berasal dari Indonesia itu ya “masakan Indonesia” saja, tunggu dulu.
Ada satu jenis kuliner yang sering disalahpahami, yaitu Indo Dutch cuisine.
Bahkan di luar negeri, banyak yang belum familiar dengan istilah ini dan langsung menganggapnya bagian dari kuliner Indonesia. Padahal, ceritanya jauh lebih kompleks dan menarik.
Baca juga: Lupakan Boba Sejenak! Ini 5 Ramuan Asli Indonesia yang Bikin Tubuh Fit dan Hati Senang
Lebih dari Sekadar Masakan Indonesia
Secara geografis memang berasal dari wilayah yang sama, tapi masakan Indo-Belanda punya identitas sendiri.
Ini bukan cuma soal makanan, tapi juga soal sejarah panjang, budaya campuran, dan perjalanan identitas.
Perbedaan antara masakan Indonesia dan Indo-Belanda seringkali bikin bingung, bahkan di kalangan masyarakat Belanda sendiri.
Istilah yang dipakai pun kadang tumpang tindih, karena minimnya pemahaman sejarah di baliknya.
Baca juga: Auto Ngiler! Bubur Madura Ini Ternyata Punya 4 Rasa Sekaligus dalam Satu Mangkuk
Apa Itu Indo Dutch?
Istilah “Indo Dutch” merujuk pada orang-orang keturunan campuran Eropa (khususnya Belanda) dan Indonesia.
Mereka adalah bagian dari komunitas yang terbentuk di masa kolonial Hindia Belanda, lengkap dengan budaya unik yang lahir dari percampuran dua dunia.
Bukan cuma generasi pertama, tapi juga keturunannya yang kini tersebar di berbagai negara seperti Belanda, Amerika Serikat, Kanada, hingga Australia.
Baca juga: Hidden Gem Kuliner Madura: Tajin Sobih, Bubur Manis Gurih yang Punya Rahasia Rasa Unik
Masakan Indo-Belanda: Fusion yang Sudah Ada Sejak Lama
Jauh sebelum istilah “fusion food” jadi tren, masakan Indo-Belanda sudah lebih dulu eksis.
Selama lebih dari 350 tahun, teknik memasak Belanda bertemu dengan rempah dan bahan lokal Indonesia, lalu berkembang jadi hidangan baru yang khas.
Masakan ini juga mendapat sentuhan dari budaya lain seperti Tionghoa-Indonesia, membuat rasanya semakin kaya. Beberapa contoh hidangan khasnya antara lain:
Baca juga: Kenali Macam-macam Latte Art: Pemula Wajib Tahu!
- Rijsttafel (hidangan nasi dengan berbagai lauk khas era kolonial)
- Spekkoek (kue lapis rempah)
- Klappertaart (tart kelapa)
- Perkedel (versi khas Indo dari olahan daging/kentang)
- Semur (adaptasi dari teknik masak Belanda “Smoor”)
Baca juga: Fakta Pecel Semanggi, Kuliner Ikonik Surabaya yang Diakui Negara Tapi Terancam Hilang
Menariknya, banyak dari makanan ini masih bisa ditemukan, terutama dalam lingkup keluarga atau komunitas diaspora.
Lalu, Bedanya dengan Masakan Indonesia?
Masakan Indonesia sendiri sangat luas dan beragam. Dengan ribuan pulau dan ratusan suku, setiap daerah punya ciri khas masing-masing — mulai dari Jawa, Sumatra, hingga Bali.
Pengaruh asing seperti Cina, India, Arab, hingga Eropa juga ikut membentuk kuliner Indonesia. Bahkan beberapa makanan populer ternyata lahir dari akulturasi, seperti:
- Selat Solo (terinspirasi dari salad Eropa)
- Bistik Jawa
- Roti bakar
- Kastengel dan kue-kue bergaya Belanda
Baca juga: Bukan Nasi Biasa! Ini Kisah Haru di Balik Nasi Kapau yang Jarang Diketahui
Jadi, bisa dibilang masakan Indo-Belanda adalah salah satu cabang dari hasil percampuran budaya tersebut — tapi dengan identitas yang lebih spesifik.
Peran Belanda dalam Perkembangan Rasa
Masakan Belanda sendiri dikenal sederhana dan cenderung fokus pada kebutuhan energi — tinggi karbohidrat dan lemak, cocok untuk iklim dingin.
Namun, setelah banyak orang Indo Dutch pindah ke Belanda pasca Perang Dunia II, mereka membawa serta budaya kuliner mereka.
Hasilnya? Lidah orang Belanda pun ikut berubah — lebih terbuka dengan rempah dan rasa yang lebih kompleks.
Baca juga: Kamu Tim Ote-Ote atau Bala-Bala? Ini Daftar Nama Bakwan di Berbagai Daerah di Indonesia
Kini, banyak restoran di Belanda yang menyajikan hidangan Indonesia dan Indo Dutch, bahkan dianggap sebagai bagian dari tradisi kuliner mereka.
Warisan Rasa yang Masih Hidup
Meski negara “Hindia Belanda” sudah lama tidak ada, warisan kulinernya tetap bertahan.
masakan Indo-Belanda bukan hanya soal makanan, tapi juga tentang kenangan, identitas, dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Ini adalah bukti bahwa makanan bisa jadi jembatan antara dua budaya, bahkan lintas generasi.
Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Lemon Tiramisu Kece yang Bakal Bikin Usaha Kamu Langsung Viral dan Banjir Orderan
Jadi, lain kali kamu makan semur atau klappertaart, mungkin itu bukan sekadar makanan biasa — tapi bagian dari sejarah panjang yang menyatukan Indonesia dan Belanda dalam satu piring.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keasberry.com