Bakwan atau bala-bala. (Freepik/Dewi Ambarwati)
INDOZONE.ID - Bakwan dikenal sebagai salah satu gorengan favorit yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Namun, tahukah kamu kalau camilan sederhana berbahan tepung dan sayuran ini ternyata memiliki banyak nama berbeda di setiap daerah?
Lantas, apa saja nama bakwan di berbagai daerah dan mengapa nama makanan ini bisa berbeda-beda?
Baca juga: Awalnya Cuma ‘Bubur Sisa’, Kini Jadi Primadona Ramadan! Kisah Tak Terduga di Balik Bubur Kampiun
Sebutan “bakwan” umum digunakan di berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, hingga Manado.
Nama ini sudah sangat melekat di mata masyarakat, sehingga sering dianggap sebagai sebutan nasional.
Di beberapa daerah seperti Lampung, bakwan bahkan dinikmati dengan tambahan kuah cuka, mirip seperti cara menyantap pempek.
Di Malang, bakwan lebih dikenal dengan nama weci atau heci. Sebutan ini juga cukup populer di beberapa wilayah lain di Jawa Timur seperti Lumajang dan Madiun. Meski namanya berbeda, bentuk dan bahan yang digunakan tetap serupa, hanya saja terkadang disajikan dengan ukuran yang lebih tebal dan renyah.
Di Kendari, Sulawesi Tenggara, bakwan sayur dikenal dengan nama kandoang.
Istilah ini terdengar asing bagi sebagian orang, namun nama ini sudah menjadi sebutan umum di wilayah tersebut.
Di wilayah timur Indonesia seperti Manado dan Kupang, masyarakat setempat menyebut bakwan sebagai makao atau macau.
Nama ini cukup unik karena menyerupai nama wilayah Makau di China.
Biasanya, makao disajikan dengan sambal kacang atau campuran saus tomat, saus sambal, dan cabai rawit yang menambah cita rasa pedas dan gurih.
Baca juga: Sate Tuna Gorontalo yang Bikin Ketagihan! Rahasia Bumbu Rempahnya Ternyata Sesimpel Ini
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mamasuka, Amatan