Bubur kampiun khas Minang. (Z Creators/Sri Lili Syaf Putri)
INDOZONE.ID - Kalau kamu lagi atau berencana ke Sumatra Barat saat bulan Ramadan, ada satu kuliner legendaris yang nggak boleh dilewatkan: bubur kampiun. Sekilas terlihat seperti bubur biasa, tapi begitu dicicipi, rasanya langsung “nendang” dan bikin nagih.
Di tengah deretan kuliner khas Minang yang terkenal kaya rempah dan bercita rasa kuat, bubur kampiun hadir sebagai pilihan manis yang justru jadi favorit banyak orang saat berbuka puasa. Perpaduan rasa gurih santan dan manis gula merahnya sukses bikin siapa saja jatuh cinta sejak suapan pertama.
Siapa sangka, kuliner ikonik ini ternyata lahir dari sebuah “kecelakaan dapur”.
Cerita bermula pada tahun 1960-an, setelah masa revolusi di Indonesia. Saat itu, seorang nenek bernama Amai Zona mengikuti lomba kreasi membuat bubur yang diadakan oleh Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di daerah Jambu Air, Banuhampu, Bukittinggi.
Namun, karena datang terlambat dan tidak sempat menyiapkan hidangan dengan matang, Amai Zona mengambil langkah nekat: mencampurkan berbagai jenis bubur dagangannya yang tersisa ke dalam satu wadah.
Tak disangka, racikan “asal jadi” tersebut justru mencuri perhatian juri dan keluar sebagai pemenang. Dari situlah nama bubur kampiun lahir, “kampiun” yang berarti “juara”.
Sejak saat itu, bubur ini mulai dikenal luas dan menjadi salah satu kuliner khas yang melekat kuat dengan identitas Sumatera Barat.
Baca juga: Ternyata Filosofi Bubur Kampiun Berasal dari Sifat Baik Allah SWT, Begini Kisahnya!
Yang bikin bubur kampiun berbeda dari bubur lainnya adalah isiannya yang sangat beragam dalam satu mangkuk.
Biasanya, bubur ini terdiri dari:
Semua komponen ini disusun dalam satu mangkuk, lalu disiram dengan kuah santan dan gula merah yang kental. Hasilnya, perpaduan tekstur dan rasa yang kompleks mulai dari lembut, kenyal, hingga creamy semuanya menyatu sempurna.
Menariknya, di beberapa daerah, komposisinya bisa sedikit berbeda. Ada yang mengganti ketan dengan lupis atau menggunakan bubur delima sebagai variasi. Bahkan, beberapa pedagang memilih tidak menyertakan candil karena proses pembuatannya yang cukup rumit.
Seporsi bubur kampiun yang mengenyangkan (Jafriyal/IDZ Creators)
Di balik kelezatannya, bubur kampiun memiliki proses pembuatan yang tidak sederhana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Indonesiakaya.com