Perayaan Tahun Baru Imlek setiap tahunnya selalu ditunggu-tunggu, terutama bagi masyarakat Tionghoa.
Berbagai persiapan pun dilakukan demi merayakan tahun baru, mulai dari memajang ornamen Imlek sampai menyajikan makanan khas.
Seperti perayaan besar lainnya, ada makanan khas yang wajib dihidangkan saat Tahun Baru Imlek tiba.
Konon, beberapa sajian kuliner ini punya makna tersendiri yang dikaitkan dengan harapan baik seperti kesehatan dan keberuntungan.
Lalu, apa saja ya makanan wajib khas Tahun Baru Imlek yang biasa disajikan?
Simak ulasan berikut ini, dirangkum Indozone dari berbagai sumber:
Rasanya Tahun Baru Imlek kurang lengkap tanpa kehadiran makanan khas ini yaitu kue keranjang atau kue bakul.
Orang Tionghoa biasa menyebut kue keranjang ini dengan 'Nian Gao'. Nian artinya tahun dan Gao berarti kue.
Kue ini terbuat dari bahan-bahan sederhana, seperti tepung ketan, tepung gandum, gula merah, garam, dan air.
Bentuknya ada yang bulat dan petak dan memiliki rasa manis.
Ketika Imlek tiba, kue keranjang akan disusun menjadi tumpukan tinggi.
Dengan harapan, setiap orang yang merayakan Imlek memiliki kehidupan manis dan rezeki akan semakin bertambah.
Bisa dibilang, makanan satu ini wajib dihidangkan saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Yu Sheng/Yee Sang terdiri dari irisan lobak, rebung, jahe, ketimun, wortel, jeruk bali, ikan mentah yang diberikan saus.
Sebelum makan, sekeluarga harus mengaduknya bersama dan terpenting harus mengangkat isi dari hidangan tinggi-tinggi dengan sumpit.
Semakin tinggi mengangkat, maka semakin cepat harapan terkabul dan keberuntungan berlipat-lipat akan menghampiri di tahun baru.
Bagi masyarakat Tionghoa, sajian kuliner khas Imlek satu ini memiliki makna cukup penting.
Mie panjang atau disebut Siu Mie sengaja dihidangkan karena menjadi simbol panjang umur, kebahagiaan, dan rezeki berlimpah.
Seperti nama dan maknanya, Siu Mie harus langsung dimakan tanpa terputus, dari awal sampai selesai.
Hidangan wajib Imlek berikutnya adalah ikan bandeng sebagai lambang keberuntungan dan kemakmuran.
Dalam bahasa Mandarin, ikan atau yú berarti keuntungan.
Ikan bandeng biasa disajikan secara utuh dan dimasak dengan cara dikukus.
Uniknya nih, ikan bandeng kukus ini dimakan separuh saja saat makan bersama di malam Imlek.
Sementara, sisa separuhnya lagi dimakan keesokan hari, tepat ketika perayaan Tahun Baru Imlek.
Tradisi makan ikan bandeng kukus seperti ini diharapkan dapat memperpanjang keuntungan di masa depan.
Jiaozi atau dikenal dengan nama Kuo Tie ini merupakan makanan khas tradisional orang Tionghoa.
Karena itulah, makanan ini selalu disajikan saat Imlek dan perayaan-perayaan besar Tionghoa lainnya.
Jiaozi adalah pangsit yang diisi dengan daging dan udang cincang, serta beberapa jenis sayuran.
Bisa dipastikan, jeruk mandarin ini selalu ada di meja makan setiap perayaan Imlek.
Seperti makanan lainnya, jeruk mandarin juga memiliki makna filosofis yaitu sebagai lambang kemakmuran dan rezeki.
Teh telur ini maksudnya telur yang direbus dengan daun teh, bumbu kecap asin, dan rempah-rempah.
Makanan khas Tahun Baru Imlek ini memiliki aroma menggoda dan sering dikaitkan dengan makna kesuburan.
Lapis legit pun tak pernah ketinggalan saat perayaan Tahun Baru Imlek tiba.
Seperti namanya, lapis legit menjadi lambang kemakmuran dan limpahan rezeki berlapis-lapis di tahun yang baru.
Ayam atau bebek memiliki simbol udara yang berarti kesetiaan dan ketaatan.
Dalam tradisi orang Tionghoa, hidangan khas Imlek satu ini harus disajikan secara utuh (tidak dipotong).
Dengan harapan, keluarga yang memakannya bakal menjadi keluarga yang utuh dan bahagia selalu.
Selain ayam dan bebek, babi juga menjadi sajian yang biasa ada saat perayaan Imlek.
Babi dikenal hewan yang malas. Maka dari itu, orang yang memakan babi saat Imlek dianggap tidak akan menjadi pemalas.
Eight treasure soup atau sup delapan bentuk ini dianggap sebagai simbol kesatuan dan kesempurnaan.
Sesuai dengan namanya, sup ini dimasak dengan delapan bahan-bahan dasar.
Di antaranya, ikan, udang, teripang, jamur tungku, abalone, kerang kering, jamur hitam, dan kacang ginkgo.
Kenapa harus delapan? Ya, karena angka 8 ditulis tidak terputus atau tersambung satu sama lain hanya dengan satu garis saja.
Oleh sebab itu, orang Tionghoa percaya bahwa angka delapan dapat membawa keberuntungan.
Itulah tadi beberapa makanan khas wajib Tahun Baru Imlek yang biasa disajikan saat perayaan Imlek tiba.
Bagaimana dengan tradisi Imlek di keluarga kamu, hidangan apa yang paling sering disajikan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: