Selasa, 13 MEI 2025 • 16:05 WIB

7 Destinasi Wisata Banyuwangi 2025 yang Wajib Dikunjungi, Api Biru Ijen hingga Eksotisme Teluk dan Pulau

Author

Ilustrasi destinasi wisata Banyuwangi.

INDOZONE.ID - Banyuwangi tak henti-hentinya menawarkan pesona wisata yang memikat hati wisatawan.

Pada tahun 2025, kabupaten ini kembali memperbarui wajah pariwisatanya dengan berbagai sentuhan modern tanpa meninggalkan keindahan alami yang sudah dikenal luas.

Letaknya yang strategis di ujung timur Pulau Jawa, menjadikan Banyuwangi sebagai gerbang emas menuju keanekaragaman alam dan budaya yang mengagumkan.

Berbagai destinasi wisata di Banyuwangi kini tampil lebih segar dan siap menyambut kunjungan dengan fasilitas yang semakin memadai.

Baca Juga: Libur Waisak, Destinasi di Banyuwangi Penuh Sesak

Upaya pengembangan wisata dilakukan secara holistik, mulai dari pelestarian lingkungan, peningkatan akses transportasi, hingga promosi digital untuk menjangkau wisatawan generasi baru.

Semua ini menjadikan Banyuwangi sebagai contoh sukses transformasi wisata berbasis keberlanjutan.

7 Destinasi Wisata Banyuwangi 2025 yang Wajib Dikunjungi

Berikut tujuh destinasi unggulan yang direkomendasikan sebagai pilihan liburan di Banyuwangi pada tahun ini.

Dari keajaiban alam seperti Teluk Hijau dan Pulau Tabuhan yang masih alami, hingga city tour santai di Marina Boom, semua disajikan secara detail dengan narasi mendalam untuk membantu kamu merancang liburan yang lebih terencana dan berkesan.

1. Kawah Ijen dan Fenomena Api Biru yang Mendunia

Kawah Ijen tak hanya dikenal karena keindahan alam pegunungan dan danaunya yang berwarna toska.

Namun daya tarik utama dari gunung ini adalah fenomena alam langka bernama blue fire.

Api biru tersebut muncul dari reaksi pembakaran gas belerang alami yang keluar dari celah bebatuan dengan suhu sangat tinggi.

Fenomena ini hanya dapat dilihat menjelang Subuh, sehingga para pendaki biasanya memulai perjalanan tengah malam untuk bisa menyaksikannya.

Suasana dingin di ketinggian dengan kabut tipis yang menyelimuti kawasan kawah menciptakan nuansa magis yang sulit ditemukan di tempat lain.

Sorot cahaya senter para pendaki berpadu dengan semburat biru dari api yang menyala di kegelapan menjadi pemandangan yang begitu dramatis.

Kawah Ijen pun telah menjadi ikon wisata global karena hanya ada dua lokasi di dunia yang memiliki fenomena blue fire, yaitu di Banyuwangi dan Islandia.

Pengelolaan kawasan ini juga semakin baik dengan jalur pendakian yang sudah diperbaiki serta adanya pos informasi bagi wisatawan.

Kawah Ijen bukan hanya destinasi petualangan, tapi juga tempat penuh edukasi tentang geologi dan ekosistem langka.

Pengunjung diimbau tetap menjaga kebersihan dan mengikuti arahan pemandu lokal untuk keselamatan dan kenyamanan bersama.

2. Pulau Bedil, Permata Tersembunyi di Tengah Laut

Pulau Bedil merupakan salah satu pulau kecil nan eksotis yang berada tak jauh dari perairan Banyuwangi.

Pulau ini dikenal dengan pasir putihnya yang bersih dan air laut yang sangat jernih, hingga karang dan ikan warna-warni bisa terlihat langsung dari permukaan.

Lokasinya memang tak seterkenal Pulau Merah atau Tabuhan, namun keindahannya tidak kalah menakjubkan.

Di Pulau Bedil, suasana sangat tenang karena belum banyak terjamah wisatawan.

Cocok bagi pelancong yang menginginkan momen privat dan menyatu dengan alam.

Pepohonan kelapa yang tumbuh di pinggir pantai membuat suasana tropis semakin terasa, sementara suara debur ombak menjadi musik alami yang menenangkan.

Snorkeling adalah aktivitas yang paling disukai wisatawan di sini. Terumbu karangnya masih sangat alami dan banyak spot foto bawah laut yang menarik.

Untuk mencapai Pulau Bedil, wisatawan bisa menyewa perahu kecil dari pelabuhan terdekat.

Meskipun kecil, pulau ini memiliki potensi besar jika dikelola secara berkelanjutan.

3. Hutan Djawatan, Seakan Masuk Dunia Fantasi

Hutan Djawatan yang terletak di Benculuk, Banyuwangi, sering dijuluki sebagai hutan Lord of The Rings versi Indonesia.

Julukan ini bukan tanpa alasan, karena pepohonan trembesi raksasa dengan batang besar dan akar menjuntai menciptakan nuansa seperti dunia fiksi.

Kabut tipis yang kerap muncul di pagi hari menambah atmosfer mistis dan sejuk di kawasan ini.

Sebagai bekas kawasan perhutani, Hutan Djawatan kini disulap menjadi destinasi ekowisata yang sangat menarik.

Jalan setapak diantara pepohonan memungkinkan pengunjung menikmati panorama tanpa merusak alam.

Banyak fotografer datang untuk mengabadikan keindahan hutan ini yang tampak fotogenik dari segala sudut, terutama saat cahaya matahari menembus celah ranting.

Selain foto-foto, aktivitas seperti piknik, bersepeda, dan edukasi lingkungan juga dilakukan di sini.

Tersedia fasilitas sederhana seperti tempat duduk, kantin, dan area parkir.

Dengan perawatan yang terus dilakukan oleh warga sekitar dan pemerintah daerah, Djawatan kini menjadi contoh sukses wisata alam berbasis konservasi di Banyuwangi.

4. Pantai Pulau Merah dan Magisnya Senja

Pulau Merah merupakan salah satu ikon wisata paling populer di Banyuwangi, terkenal dengan pantainya yang luas dan pulau kecil berbukit di tengah laut.

Nama Pulau Merah sendiri berasal dari warna tanah bukit yang terlihat merah saat matahari terbenam.

Salah satu momen paling ditunggu di pantai ini adalah saat sunset, di mana langit berubah jingga kemerahan, menciptakan lukisan alam yang memesona.

Suasana saat matahari terbenam di Pulau Merah tidak hanya indah secara visual, tetapi juga membangkitkan perasaan damai dan syukur.

Banyak pengunjung duduk di atas pasir hangat menikmati detik-detik terakhir cahaya matahari sambil mendengarkan deburan ombak.

Beberapa juga memanfaatkan waktu ini untuk foto pre-wedding, meditasi, atau sekadar relaksasi.

Selain panorama sunset-nya, pantai ini juga dikenal sebagai spot surfing.

Ombak yang cukup menantang namun aman menjadikannya favorit peselancar pemula maupun profesional.

Fasilitas seperti warung makan, penginapan, dan persewaan papan surfing membuat wisatawan semakin betah berlama-lama di sini.

5. Teluk Hijau, Surga Tersembunyi yang Mempesona

Green Bay atau Teluk Hijau berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri yang tidak jauh dari Pantai Sukamade yang lebih terkenal dengan penangkaran Penyu.

Teluk Hijau termasuk dalam daftar pantai paling eksotis di Banyuwangi. Warna air lautnya yang hijau jernih menjadi asal-usul namanya.

Keunikan warna ini berasal dari pantulan cahaya sinar matahari yang menerpa dasar laut berpasir putih serta alga yang tumbuh alami di sana.

Untuk mencapai lokasi, wisatawan harus melalui trekking ringan dari area parkir atau menyewa perahu dari Pantai Rajegwesi.

Perjalanan ini justru menjadi daya tarik tersendiri karena pemandangannya memukau.

Sepanjang perjalanan akan disuguhi lanskap hutan tropis, suara burung liar, serta udara segar khas kawasan konservasi.

Saat tiba di Teluk Hijau, pengunjung akan disambut dengan deburan ombak lembut dan panorama alam tak tertandingi.

Airnya begitu tenang sehingga aman untuk berenang atau bermain air.

Suasana yang masih alami membuat Green Bay menjadi destinasi favorit para pencinta wisata alam yang ingin menjauh dari keramaian.

Baca Juga: Banyuwangi Gagas Ekowisata Jalur Hutan Eksotis ke Waduk Bajulmati

6. Pulau Tabuhan: Petualangan Laut dan Gabungan Eksotisme Menjangan

Pulau Tabuhan dikenal sebagai surga kecil di utara Banyuwangi. Pulau ini dikelilingi oleh pasir putih dan laut jernih dengan gradasi warna biru toska hingga biru tua yang sangat memanjakan mata.

Selain keindahan alamnya, daya tarik utama Tabuhan adalah angin kencangnya, menjadikannya lokasi ideal untuk olahraga seperti kitesurfing dan windsurfing.

Aktivitas snorkeling dan diving di sekitar pulau juga menjadi favorit karena terumbu karang di sini masih sangat sehat dan bervariasi.

Para penyelam pemula bisa mencoba pengalaman bawah laut di perairan dangkal, sementara yang berpengalaman bisa menyelam lebih dalam.

Spot-spot snorkeling yang bersebelahan dengan Pulau Menjangan juga bisa dikunjungi dalam satu paket perjalanan.

Untuk menjangkau Pulau Tabuhan, pengunjung dapat menyeberang menggunakan perahu dari Pantai Bangsring atau Grand Watu Dodol.

Biasanya dalam satu hari, wisatawan bisa mengeksplorasi Tabuhan dan lanjut ke Menjangan yang berada di wilayah Bali.

Kombinasi ini memberikan pengalaman lintas provinsi yang menarik dalam satu trip wisata bahari.

7. Marina Boom dan City Tour Pesisir Kota

Marina Boom Banyuwangi merupakan destinasi wisata yang terletak di pesisir pusat kota dan kini menjadi spot favorit untuk city tour santai.

Tempat ini menggabungkan konsep wisata pantai dengan area publik modern, termasuk jalur jogging, taman bermain, spot foto Instagramable, hingga dermaga kapal pesiar yang mulai dikembangkan.

Pada sore hingga malam hari, kawasan Marina Boom selalu ramai pengunjung yang menikmati angin laut dan panorama Selat Bali.

Banyak keluarga datang untuk bersantai, sementara anak muda mengabadikan momen berlatar matahari terbenam.

Di malam hari, lampu-lampu taman membuat suasana semakin romantis.

Acara kesenian, festival budaya, dan pertunjukan musik juga kerap digelar di panggung terbuka Marina Boom.

Lokasi ini kini menjadi etalase pesisir kota yang menggambarkan wajah Banyuwangi modern, ramah pengunjung, dan penuh energi.

Tak heran jika city tour Banyuwangi selalu memasukkan Marina Boom sebagai destinasi wajib.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Pribadi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU