INDOZONE.ID - Olimpiade Musim Panas pada tahun 2024 ini berlangsung di Perancis. Adapun upacara pembukaan atau opening ceremony ajang olahraga internasional empat tahunan ini berlangsung meriah di Sungai Seine, Paris.
Para atlet yang menjadi tim peserta meluncur menggunakan perahu melewati sekitar 300.000 penonton yang berada di dermaga. Sungai Seine telah menopang kehidupan Paris sejak bertahun-tahun lamanya hingga saat ini dan kerap dikaitkan dengan identitas kota tersebut.
Memiliki keindahan alam yang menakjubkan menjadikan sungai ini salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Arrondissement d’Évry. Di sepanjang sungai nampak pula bangunan-bangunan terkenal yang sangat penting bagi keberadaan kota Paris.
Para wisatawan dapat memilih menyusuri sungai dengan berjalan sambil melihat beberapa restoran dan kafe yang menawarkan pemandangan menakjubkan Sungai Seine atau langsung menjelajahi sungai menggunakan perahu.
Baca Juga: Paspor Tak Hanya Biru dan Hitam: Kebebasan Warna untuk Setiap Negara
Asal Mula Sungai Seine
Awalnya Sungai Seine berasal dari sebuah situs yang dikenal dengan nama “Source-Seine”. Situs ini terletak di dataran tinggi Langres, wilayah Bourgogne-Franche-Comté, pada ketinggian 446 meter di atas permukaan laut.
Jalur sungai ini berkelok-kelok sepanjang 777 kilometer melintasi beberapa pusat kota ternama seperti Troyes, Paris, dan Rouen. Muaranya luas diapit Pelabuhan Le Havre dan Honfleur mengalir ke selat Inggris.
Penamaan sungai didasarkan oleh nama Dewa Celtic, Sequana yang diyakini telah mendiami sumber suci dari Sungai Seine. Di mata air sungai terdapat gua buatan yang berdiri pada tahun 1865 dan terdapat sebuah patung wanita muda yang anggun berdiri di atas perahu sebagai perwujudan Dewi Sequana.
Patung dalam gue tersebut merupakan replika dari karya François Jouffroy yang menggambarkan Dewi Sequana sedang berbaring.
Baca Juga: 9 Spot View di Kulon Progo yang Wajib Dikunjungi Penggemar Kereta Api
Sungai Seine di Paris
Panjang Sungai Seine yang melewati kota Paris adalah 13 kilometer dari Timur ke Barat dengan ketinggian 26,72 meter di atas permukaan laut.
Lebar sungai ini kira-kira antara 30 meter hingga 200 meter. Untuk kedalamannya berkisar antara 3,4 meter hingga 5,7 meter. Sungai Seine menjadi jalur air yang sangat penting bagi kota Paris.
Ada 37 jembatan yang melintasi Sungai Seine, 4 diantaranya telah mendorong kreatifitas para para penyair dan penulis lagu dari masa lampau. Di atas jembatan itu mereka terinsiprasi membuat karya syair pujian romantis seperti “Sous le Pont Merabeau” dan “Sous les Ponts de Paris”.
Bukti sejarah lain yang dibentuk dari keberadaan Sungai Seine adalah berkembangnya moda transportasi masyarakat dengan penemuan perahu atau tongkang kuno di Parc de Bercy yang sekarang tersimpan di Museum Carnavalet.
Jembatan Pertama Sungai Seine
Pada abad ke-1 Masehi, jembatan pertama di Sungai Seine mulai dibangun oleh bangsa Romawi. Mereka memperbaiki struktur kayu yang sebelumnya telah didirikan oleh kaum Parisii sebelum penaklukan.
Jembatan pertama ini kemudian dikenal sebagai Petit Pont yang menghubungkan Ile de la Cité dengan Rue St Jacques.
Menjadi yang pertama dan tertua di Paris, nama jembatan ini terus dipertahankan meskipun telah mengalami beberapa kali rekonstruksi dalam beberapa abad. Saat ini sudah ada 36 jembatan lain yang dibangun di atas Sungai Seine.
Baca Juga: 9 Spot View di Kulon Progo yang Wajib Dikunjungi Penggemar Kereta Api
Menjadi Sumber Air yang Penting dan Sarana Hiburan bagi Warga Paris
Dulu Sungai Seine memiliki peran yang sangat penting, yaitu menjadi sumber pasokan air bagi seluruh warga Paris selama berabad-abad. Pada tahun 1608, pompa air bernama Samaritaine di pasang di bawah Pont-Neuf untuk memberikan persediaan air ke Louvre hingga tahun 1813.
Namun, saat abad pertengahan akses infrastruktur sangatlah terbatas, sehingga hampir tidak ada air bersih. Akibatnya masyarakat mengambil air langsung dari sungai atau membelinya dari pedagang kaki lima.
Guna mengatasi permasalahan tersebut, Napoleon membangun Kanal St. Martin dan Bassin de La Villete di awal abad ke-19. Tujuan pembangunan itu untuk memberikan pasokan air ke beberapa air mancur umum di seluruh kota.
Manfaat lain dari Sungai Seine adalah sebagai tempat liburan atau rekreasi para warga. Banyak orang yang berjalan di tepi hingga berenang di sungai. Sayangnya pada tahun 1923 diterbitkan dekrit yang berisi larangan untuk berenang di Sungai Seine.
Tetapi untuk tradisi menikmati tepi sungai masih berlanjut dengan acara tahunan “Paris Plages”, para wisatawan yang datang juga dapat tetap menikmati suasana santai di tepian sungai.
Baca Juga: Sempat Kebakaran, Taman Bunga Celosia Kembali Dibuka dan Beri Tiket Gratis, Serbu!
Bencana yang Ditimbulkan Sungai Seine
Keadaan Sungai Seine pada masa dahulu sering berubah-ubah dan tidak terduga. Pada musim dingin sungai akan membeku sehingga warga dapat melintas di atas permukaannya yang dingin dengan berjalan kaki.
Akan tetapi saat musim semi tiba dan suhu menjadi lebih hangat, bongkahan es akan meleleh dan menyebabkan kerusakan jembatan hingga banjir di area sekitar. Sungai Seine telah mengalami beberapa kejadian banjir besar.
Banjir pada tahun 1280 mengakibatkan hancurnya Grand-Pont (Pont Notre-Dame), kemudian banjir dahsyat pada tahun 1296 menenggelamkan seluruh jembatan di Paris yang kala itu juga penuh dengan rumah warga di sekitarnya.
Banjir besar terjadi lagi di tahun 1910 dan berlangsung selama Sembilan hari. Pada masa itu volume air naik hingga 9,50 meter di tanggal 20-28 Januari.
Sungai Seine membentuk Kota Paris
Topografi Sungai Seine memberikan dampak signifikan terhadap fitur geografis daratan Kota Paris. Banyak pulau bermunculan dari perairan sungai dengan fungsi yang berbeda seiring berjalannya sejarah.
Pulau-pulau yang berada dekat Ile de la Cité digabungkan untuk memperluas daratan, sementara pulau lain dapat berkontribusi dalam pembentukan wilayah baru seperti Ile St Louis. Ile Louviers yang dulu berada dekat Ile St Louis pada tepi kanannya membentuk Quartier Morland.
Menelusuri hilir ada Ile aux Cygnes, sebuah pulau artificial sepanjang 890 meter yang dibangun pada tahun 1827 berperan untuk mendukung pembangunan tiga jembatan di Paris.
Mulanya pulau ini bernama Ile Maquerelle. Letaknya ada di antara sungai dan Rue de I’Université, serta terhubung dengan Rive Gauche.
Proses alam juga memberi kontribusi pada perubahan aliran dan bentuk Sungai Seine. Daerah tanah rawa bernama Marais merupakan salah satu contoh dari perubahan yang terjadi karena perubahan arah aliran air.
Selama abad ke-11 para biarawan dan kesatria Templar dari Biara St Martin des Champs melakukan tugas mengeringkan rawa Marais dan mereklamasi lahan agar dapat ditinggali manusia.
Baca Juga: 5 Cafe Viral di Tebet dengan Konsep Aesthetic dan Spot Instagramable
Tepi Sungai Seine di Masa Kini
Dalam beberapa tahun belakangan ini, pemerintah Perancis melakukan berbagai Upaya terpadu untuk memperindah dan meningkatkan fungsi tepi dan dermaga Sungai Seine agar menjadi area yang ramah pejalan kaki.
Beberapa ruas di tepi sunga juga telah ditutup permanen bagi lalu lintas kendaraan. Sungai Seine saat ini telah menjadi ikon kota Paris dan salah satu tujuan destinasi wisata yang diminati.
Para wisatawan dapat menelusuri tepian sungai yang tenang untuk bersantai sambil menikmati pemandangan sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Euronews.com