Kamis, 13 MARET 2025 • 17:45 WIB

Menu Sahur Tinggi Protein vs Tinggi Serat, Mana yang Lebih Mengenyangkan?

Author

Ilustrasi menu sahur tinggi serat vs tinggi protein

INDOZONE.ID - Di bulan Ramadhan segala aktifitas positif yang dilakukan selalu bernilai ibadah, mulai dari tidur sampai dengan makan sahur.

Sahur merupakan aktivitas yang dilakukan pada waktu Sahar, yaitu waktu pendek sebelum fajar tiba.

Sahur juga menjadi aktivitas penting sebelum mulai puasa, karena sahur dilakukan dengan makan menjelang ibadah puasa, maka sahur menjadi amalan sunnah yang dianjurkan.

Makan sahur bermanfaat secara fisik untuk menguatkan kita dalam menunaikan puasa, menahan lapar, haus, dan sejenisnya.

Pilihan menu makan sahur yang tepat pada saat makan sahur akan memberikan kekuatan dalam menunaikan puasa. Dalam memenuhi asupan gizi dalam tubuh, kita membutuhkan protein dan serat.

Baca Juga: Resep Ikan Sarden yang Lezat dan Praktis, Cocok untuk Lauk Sahur

Menambah asupan serat ke dalam pola makan mungkin sudah sering banget dibahas. Tapi, sudah tahu belum kenapa serat itu bagus banget buat kesehatan?

Serat yang paling banyak ditemukan di makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan ini nggak cuma terkenal karena bisa mencegah atau meredakan sembelit.

Lebih dari itu, makanan berserat juga membantu menjaga berat badan tetap ideal, sekaligus mengurangi risiko diabetes, penyakit jantung, bahkan beberapa jenis kanker.

Walaupun serat itu penting, sebaiknya tambahkan ke dalam pola makan secara perlahan, biar nggak mengalami efek samping kayak kembung atau kram.

Ada juga kondisi tertentu di mana diet rendah serat lebih dianjurkan, jadi sesuaikan dengan kebutuhan tubuhmu. Untuk hasil maksimal, pastikan juga kamu cukup minum air supaya serat bekerja lebih efektif.

Mengelola energi itu soal keseimbangan antara energi yang masuk (makanan) dan energi yang keluar (aktivitas fisik, metabolisme, dan pembakaran kalori alias thermogenesis).

Nah, protein punya peran penting banget dalam proses ini karena protein jauh lebih ampuh bikin kenyang daripada karbohidrat atau lemak. Jadi, kamu bisa otomatis makan lebih sedikit tanpa merasa lapar.

Makanan tinggi protein meningkatkan pembakaran kalori saat pencernaan, bikin metabolisme jadi lebih aktif.

Asupan protein yang cukup bisa membantu mempertahankan atau bahkan membangun otot tanpa lemak, penting buat menjaga metabolisme tetap sehat.

Rasa kenyang itu kunci buat kontrol pola makan, Penelitian bilang protein punya efek kenyang yang lebih kuat dibanding nutrisi lainnya.

Ini terjadi karena protein memicu pelepasan hormon seperti CCK, GLP-1, dan PYY, yang ngasih sinyal "kenyang" ke otak.

Baca Juga: 7 Ide Menu Sahur dari Olahan Tahu dan Cara Masaknya, Sat Set No Ribet

Protein juga mempengaruhi sinyal nafsu makan di otak, bikin kamu nggak gampang lapar lagi. Nggak semua protein punya efek yang sama, misalnya daging, ayam, ikan, dan telur, biasanya punya efek thermogenesis lebih tinggi dibanding protein nabati.

Sedangkan susu, whey dikenal super efektif bikin kenyang karena merangsang hormon GLP-1 dan PYY.

Protein memang nggak main-main perannya buat tubuh kita, apalagi kalau kamu mau jaga pola makan.

Protein tidak hanya membantu meningkatkan rasa kenyang, tetapi juga meningkatkan thermogenesis, mempertahankan massa otot tanpa lemak, dan mengendalikan kadar gula darah.

Sumber protein berbeda dalam efeknya, dengan protein hewani umumnya lebih efektif dalam meningkatkan thermogenesis dibanding protein nabati.

Nah, dari pembahasan di atas jadi kalian lebih milih menu sahur mana yang mana supaya bisa tahan lapar lebih lama, menu sahur tinggi serat atau menu sahur tinggi protein?

 


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ScienceDirect, The American Journal

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU