INDOZONE.ID - Evelyn Trivena, seorang diaspora Indonesia yang kini menetap di Swiss, kerap berbagi video menarik tentang kehidupannya di sana.
Baru-baru ini, ia membahas topik menarik mengenai jenis-jenis telur ayam yang ada di supermarket Swiss.
Dalam videonya, Evelyn menjelaskan bahwa di Swiss, telur-telur tersebut dibedakan berdasarkan kesejahteraan ayam-ayam yang memproduksinya.
Baca Juga: Rekomendasi Makanan untuk Penderita Hipertiroid, Ada Putih Telur hingga Kacang-kacangan
Jenis-jenis Telur di Supermarket Swiss
Berikut beberapa jenis dan tingkatan telur yang ada di supermarket Swiss:
1. Bodenhaltung Eier
Jenis pertama disebut Bodenhaltung eier. Telur jenis ini dihasilkan oleh ayam peternak yang hidupnya hanya di dalam kendang.
Ayam-ayam ini menghabiskan seluruh hidupnya di dalam kandang tertutup tanpa akses ke alam terbuka.
Kondisi ini sangat membatasi ruang gerak ayam, sehingga mereka tidak dapat merasakan kebebasan berjalan di luar ruangan atau berinteraksi dengan lingkungan alami.
Karena pemeliharaan yang lebih sederhana dan efisien, telur dari kategori Bodenhaltung ini adalah yang paling terjangkau dari segi harga, yaitu sekitar Rp5.500.
2. Freiland Eier
Jenis kedua yaitu Freiland eier. Telur ini dihasilkan dari ayam-ayam yang hidupnya lebih bebas. Di mana mereka bisa berjalan-jalan di alam terbuka, berjemur di bawah sinar matahari, dan menikmati lingkungan yang lebih alami.
Kondisi ini dianggap membuat ayam-ayam ini lebih bahagia dan sehat karena mereka dapat mengekspresikan perilaku alami mereka, seperti mencari makan di tanah atau berinteraksi dengan ayam lain di ruang terbuka.
Telur ini memiliki harga sekitar Rp9.500 dan tersedia dalam berbagai ukuran seperti M, L dan juga XL.
Baca Juga: 4 Olahan Kue Bolu dari Sisa Kuning Telur, Resepnya Simple!
3. Bio
Jenis ketiga disebut telur Bio. Dianggap sebagai jenis telur terbaik karena berasal dari ayam yang hidupnya paling sejahtera dan bahagia.
Ayam-ayam tersebut tidak hanya memiliki kebebasan untuk berkeliaran di alam terbuka, tetapi mereka juga diberi makanan organik berkualitas tinggi. Harga telur ini sekitar Rp16.000.
Masyarakat Swiss percaya bahwa semakin sejahtera kehidupan ayamnya, maka kualitas telur yang dihasilkan juga semakin bagus.
Kemudian untuk telur yang warna warni itu adalah ayam yang diwarnai atau dilukis dengan berbagai warna sehingga terlihat sangat cantik dan menarik,sebagai pertanda bahwa telur tersebut adalah telur rebus yang sudah matang sempurna.
Dilansir dari laman Swiss Farmers, mewarnai telur adalah sebuah tradisi di Swiss sejak zaman dahulu. Karena dilarang makan telur selama 40 hari Prapaskah, orang-orang merebusnya untuk mengawetkannya.
Namun sekarang telur diwarnai tersedia setiap hari di supermarket untuk membedakan telur rebus dari telur mentah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TikTok/@lifewitheveee