Senin, 04 MARET 2024 • 18:10 WIB

6 Fungsi Garam dalam Makanan dan Dunia Kuliner

Author

Garam, selain menjadi penambah rasa dan pengawet utama dalam makanan, ternyata memiliki peran yang lebih luas dalam dunia kuliner. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Garam, selain menjadi penambah rasa dan pengawet utama dalam makanan, ternyata memiliki peran yang lebih luas dan mendalam dalam dunia kuliner.

Artikel ini akan membahas secara mendalam enam fungsi garam yang mungkin belum banyak diketahui.

Dari peran sebagai pengawet makanan hingga pemberi tekstur, rasa, dan warna, garam memiliki dampak yang signifikan pada hasil akhir suatu hidangan. 

Mari kita eksplorasi lebih lanjut mengenai peran garam di dapur kita.

1. Sebagai Pengawet Makanan

Garam digunakan untuk mengawetkan daging (dan makanan lainnya), merupakan salah satu metode pengawetan makanan tertua yang digunakan jauh sebelum adanya pendinginan. (freepik.com)

Garam digunakan untuk mengawetkan daging (dan makanan lainnya). Ini merupakan salah satu metode pengawetan makanan tertua yang digunakan jauh sebelum adanya teknologi pendinginan.

Mikroba yang dapat merusak makanan memerlukan kelembapan untuk berkembang, dan garam bertindak sebagai pengawet dengan menarik kelembaban keluar dari makanan.

Banyak mikroba penyebab penyakit juga tidak dapat tumbuh di hadapan garam.

Perendaman makanan dalam air garam yang sangat asin, seperti dalam proses pengasinan, dapat mengawetkan dan memberikan rasa pada makanan. Misalnya, proses pengasinan adalah bentuk perendaman dalam larutan garam.

2. Sebagai Pemberi Tekstur

Ketika membuat roti beragi, misalnya, jumlah garam sangat mempengaruhi laju fermentasi ragi dan pembentukan gluten. (freepik.com)

Banyak orang tidak menyadari bahwa garam memainkan peran besar dalam menciptakan tekstur makanan.

Ketika membuat roti beragi, misalnya, jumlah garam sangat mempengaruhi laju fermentasi ragi dan pembentukan gluten, yang keduanya akan signifikan memengaruhi tekstur akhir roti.

Garam juga memiliki efek besar pada gelatinisasi protein, yang terjadi dalam produksi keju dan berbagai jenis daging olahan seperti sosis, bologna, dan ham.

Dalam produk daging olahan, garam membantu menjaga kelembaban, sehingga tidak diperlukan banyak lemak jenuh.

Baca Juga: Makanan Tinggi Garam hingga Lemak Jenuh Perlu Dihindari Saat Sahur, Ini yang Disarankan!

3. Sebagai Pemberi Rasa

Garam bertindak dalam berbagai cara untuk meningkatkan rasa makanan. (freepik.com)

Garam bertindak dalam berbagai cara untuk meningkatkan rasa makanan. Selain menciptakan elemen rasa "asin", salah satu rasa yang paling diinginkan oleh manusia, garam juga dapat mempengaruhi rasa lain seperti manis dan pahit.

Dalam jumlah kecil, garam akan meningkatkan rasa manis, sehingga terkadang diberi taburan pada buah segar atau ditambahkan ke permen seperti karamel.

Garam juga dapat menetralkan rasa pahit dalam makanan, sering digunakan untuk "menghilangkan rasa pahit" pada sayuran cruciferous (seperti brokoli) dan zaitun.

Garam juga membantu melepaskan molekul-molekul tertentu dalam makanan, mengeluarkan beberapa rasa bahan-bahan dan membuat makanan lebih aromatik.

4. Sebagai Sumber Nutrisi

Garam dapur murni terdiri dari sekitar 40% natrium dan 60% klorin. (freepik.com)

Garam dapur murni terdiri dari sekitar 40% natrium dan 60% klorin. Meskipun kebanyakan orang Amerika mengonsumsi terlalu banyak natrium, itu adalah nutrisi yang esensial untuk kelangsungan hidup.

Natrium diperlukan untuk membantu relaksasi dan kontraksi otot, menghantarkan impuls saraf, dan menjaga keseimbangan mineral dan air dalam tubuh.

Sebagian besar garam meja di Amerika Serikat juga ditambahkan yodium untuk mencegah kekurangan yodium, yang dapat menyebabkan gangguan pada kelenjar tiroid, termasuk gondok.

Baca Juga: Garam Hitam Himalaya, Garam Lezat Beraroma Telur yang Cocok untuk Vegan

5. Sebagai Perekat

Ketika garam ditambahkan ke makanan seperti sosis atau daging olahan lainnya, itu menyebabkan gelatinisasi protein yang kemudian menjaga produk tetap utuh. (Freepik.com)

Karena garam membantu membentuk gel protein, ia dapat digunakan sebagai perekat. Ketika garam ditambahkan ke makanan seperti sosis atau daging olahan lainnya, itu menyebabkan gelatinisasi protein yang kemudian menjaga produk tetap utuh.

6. Sebagai Pemberi Warna

Warna cerah pada berbagai jenis daging olahan, seperti ham atau hot dog, sebagian disebabkan oleh garam (Freepik.com)

Warna cerah pada berbagai jenis daging olahan, seperti ham atau hot dog, sebagian disebabkan oleh garam.

Kehadiran garam membantu mempromosikan dan menjaga warna serta mencegahnya berubah menjadi abu-abu atau kusam.

Garam juga meningkatkan karamelisasi dalam kerak roti, yang membantu memberikan warna emas.

Dengan setiap suapan, kita merasakan fungsi garam yang telah menyatukan dan memperkaya berbagai aspek dalam hidangan kita.

Melalui perjalanan ini, kita telah menyaksikan kehebatan garam dalam mengawetkan, memberi tekstur, mengintensifkan rasa, dan memperindah warna makanan.

Garam tidak sekadar sebatas bumbu, melainkan senjata rahasia yang meresapi setiap gigitan dengan kekayaan cita rasa.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Thespruceeats.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU