Ilustrasi ikan yang diawetkan dengan garam. (Flickr/Adam Cohn)
Mengawetkan makanan dengan garam adalah praktik manusia selama beradab-abad yang sudah ada sejak sebelum ada catatan tertulis.
Ikan asin, dendeng sapi, acar, ikan asap, asinan buah adalah contoh makanan umum yang diawetkan menggunakan garam.
Tapi apakah makanan asin benar-benar aman dikonsumsi? Lalu bagaimana garam dapat digunakan sebagai pengawet makanan?
Garam berfungsi untuk mengawetkan makanan dengan dua cara.
Pertama, garam mengeringkan makanan. Garam mengeringkan makanan dengan menarik air dari makanan dan membuatnya dehidrasi.
Semua makhluk hidup membutuhkan air dan tidak dapat tumbuh jika tidak ada, termasuk bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan.
Garam digunakan untuk mengawetkan dendeng dengan menjaganya tetap kering, dan mencegah mentega membusuk dengan mengeluarkan air dan hanya meninggalkan lemaknya.
Kedua, garam membunuh mikroba. Kadar garam yang tinggi beracun bagi sebagian besar (tidak semua) mikroba karena efek osmolaritas, atau tekanan air.
Dalam larutan garam yang sangat tinggi, banyak mikroba akan pecah karena perbedaan tekanan antara bagian luar dan dalam organisme.
Garam tinggi juga bisa menjadi racun bagi proses internal mikroba yang mempengaruhi DNA dan enzim.
Larutan yang tinggi gula juga memiliki efek yang sama pada mikroba, itulah mengapa gula juga digunakan sebagai pengawet makanan, seperti selai dan jeli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: