Sabtu, 03 JANUARI 2026 • 10:05 WIB

Punya Indeks Udara Terbersih, Pemkab Banyuwangi Bidik Potensi Wellness Tourism

Author

Savana Sadengan Alas Purwo Banyuwangi (banyuwangitourism.com).

INDOZONE.ID - Tren wisata terus mengalami perubahan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kualitas hidup. 

Tidak sedikit wisatawan kini memilih destinasi dengan lingkungan bersih dan udara sehat. Kabupaten Banyuwangi muncul sebagai salah satu daerah yang memenuhi kriteria tersebut. 

Berdasarkan data platform Databoks per 30 Desember 2025, Banyuwangi resmi mencatatkan Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU terendah di Indonesia, menjadikannya wilayah dengan kualitas udara paling bersih secara nasional. 

Prestasi ini menjadi nilai tambah yang memperkuat daya tarik wisata Banyuwangi.

Bagi pelancong yang terbiasa hidup di kawasan urban dengan tingkat polusi tinggi, suasana Banyuwangi terasa sangat kontras. 

Baca juga: Hingga 2 Januari 2026, Puncak Bogor Masih Jadi Primadona Wisatawan

Udara yang bersih menghadirkan kenyamanan sejak langkah pertama menginjakkan kaki di wilayah ini. 

Sensasi bernapas tanpa gangguan asap kendaraan atau debu halus menjadi pengalaman yang jarang ditemui di banyak daerah lain.

Kondisi lingkungan tersebut membuat berbagai aktivitas wisata alam terasa lebih optimal. 

Pendakian ke Kawah Ijen dapat dilakukan dengan kondisi fisik yang lebih prima. 

Menjelajah Taman Nasional Alas Purwo atau berfoto di De Djawatan pun menjadi lebih menyenangkan karena tubuh tidak cepat lelah. 

Baca juga: Dijuluki Raja Ampat Versi Jawa, Pulau Bedil Banyuwangi Jadi Magnet Liburan

Udara bersih berperan besar dalam menciptakan wisata yang sehat dan berkualitas.

Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Avita Fatmalasari, wisatawan asal Sangatta Utara, Kalimantan Timur. 

Avita Fatmalasari bersama tiga rekannya mengaku kagum dengan kesegaran alam Banyuwangi. 

“Banyuwangi adalah destinasi yang sangat menarik bagi kami. Saat berkunjung ke Kawah Ijen dan De Djawatan, kami benar-benar merasakan udara yang sangat bersih dan segar. Ini pengalaman yang luar biasa,” tutur Avita.

Pemerintah daerah melihat pencapaian ini sebagai peluang strategis dalam pengembangan pariwisata. 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, menyampaikan bahwa konsep wisata yang dikembangkan saat ini mengarah pada quality tourism dan wellness tourism. 

Baca juga: 7 Spot Syahdu yang Bikin Kamu dan Pasangan Makin Lengket

Taufik Rohman menekankan bahwa perjalanan wisata tidak hanya soal hiburan, tetapi juga pemulihan kesehatan dan kebugaran. 

“Lingkungan yang asri dan kualitas udara terbaik ini merupakan modal utama kami untuk meningkatkan durasi kunjungan wisatawan,” ujar Taufik, Jumat (2/1/2026).

Kualitas udara Banyuwangi juga dipengaruhi oleh budaya masyarakat yang menghargai alam. 

Warga setempat menjaga keseimbangan lingkungan melalui praktik ramah lingkungan yang sudah berlangsung lama. 

Upaya ini selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga kawasan hijau dan menekan potensi pencemaran.

Baca juga: PBB Nobatkan Jakarta Jadi Kota Terbesar Dunia, Tokyo Turun ke Peringkat Ketiga

Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah membuat Banyuwangi mampu mempertahankan kualitas lingkungannya. 

Daerah ini tidak hanya dikenal karena kekayaan destinasi wisata, tetapi juga sebagai wilayah dengan udara sehat yang mendukung konsep wisata berkelanjutan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen memperkuat perlindungan lingkungan dan meningkatkan standar layanan pariwisata. 

Rekor udara terbersih nasional dijadikan motivasi untuk memastikan setiap destinasi tetap aman, nyaman, dan lestari. 

Dengan pendekatan tersebut, Banyuwangi berambisi menghadirkan pengalaman wisata yang memanjakan indera sekaligus menenangkan jiwa para pengunjung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Banyuwangitourism.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU