INDOZONE.ID - Perjalanan kampanye konservasi satwa liar melalui visual kembali hadir. International Animal Photo and Video Competition (IAPVC) 2025, kompetisi foto dan video satwa terbesar di Indonesia, resmi memulai roadshownya di Solo Safari, Jawa Tengah.
Membawa Pesan Alam Lewat Tema 'The Picture of Secret Nature'
Mengangkat tema "The Picture of Secret Nature", IAPVC 2025 ingin mengajak masyarakat menyelami sisi alam liar yang tersembunyi dan jarang terekspos. Solo Safari dipilih sebagai lokasi awal karena kekayaan faunanya, pendekatan konservasi modern, dan tingginya antusiasme komunitas kreatif lokal.
Kegiatan ini juga jadi bagian dari upaya mendorong pariwisata edukatif di Jawa Tengah, khususnya destinasi yang ramah keluarga dan penuh nilai konservasi.
Baca juga: Menantang Para Pemberani! Foto dengan Buaya Bisa Bantu Konservasi
Ajang Kolaborasi dan Edukasi Lintas Generasi
Roadshow ini diawali dengan diskusi bareng fotografer profesional dan sosialisasi lomba IAPVC 2025. Harapannya, acara ini bisa jadi ruang kolaborasi lintas usia dan profesi.
"Kami ingin semua orang, dari fotografer kawakan sampai generasi muda yang baru pegang kamera, bisa ikut menyuarakan kecintaan terhadap satwa. Lewat gambar, kita bisa menyentuh hati banyak orang," ujar Agus Santoso, Board of Advisory Taman Safari Indonesia.
Kategori Lomba yang Bikin Semua Bisa Ikut
IAPVC 2025 terbuka untuk umum, baik WNI maupun WNA yang berdomisili di Indonesia. Mulai dari 12 Juni hingga 30 Agustus 2025, total hadiahnya mencapai ratusan juta rupiah. Tahun ini, ada beberapa kategori menarik:
-
Indonesian Endemic – Khusus foto satwa endemik Indonesia.
-
Wildlife (Nasional & Internasional) – Momen kehidupan satwa liar di habitat aslinya.
-
Photo Enthusiast (10–18 Tahun) – Kategori pelajar muda.
-
Roadshow Category – Untuk peserta yang hadir langsung di lokasi roadshow seperti Solo Safari.
-
Social Media Photo & Video – Diunggah lewat media sosial, terbuka untuk siapa saja.
Kategori-kategori ini dirancang agar siapa pun bisa berpartisipasi, mulai dari pro hingga pemula dan pegiat sosial media.
Baca juga: Jadi Pusat Konservasi, Wisata Hutan Mangrove Kulonprogo yang Punya Spot Foto Menarik
IAPVC 2025 juga menunjukkan bahwa isu konservasi bisa masuk ke gaya hidup dan budaya populer. Lewat kerja sama dengan banyak brand, acara ini menjadi bukti bahwa upaya pelestarian bisa relevan dan keren.
"Konservasi bukan cuma urusan ahli biologi. Ini soal semua orang. Dan dunia kreatif punya peran besar untuk menyuarakannya," tambah Agus.
Roadshow IAPVC 2025 bukan hanya soal lomba, tapi soal menyatukan cinta pada alam, teknologi visual, dan aksi nyata untuk masa depan satwa liar Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release