Mahmutpasa Bazaar, surga kebutuhan pengantin di Istanbul, Turki. (Z Creators/Elisa Oktaviana)
INDOZONE.ID - Di Turki, Agustus dan September jadi bulan terpopuler untuk melangsungkan pernikahan. Ini bertepatan dengan liburan musim panas yang panjang.
Pasca Idul Adha, sentra penjualan kebutuhan pengantin di berbagai kota, mulai ramai pembeli. Salah satunya Mahmutpasa Bazaar, di Distrik Fatih, Kota Istanbul.
Pasar yang berdekatan dengan Grand Bazaar ini surga belanja kebutuhan pertunangan sampai pernikahan.
Home textile, seserahan wajib dalam pernikahan Turki. (Z Creators/Elisa Oktaviana)
Sama seperti di Indonesia, dalam tradisi pernikahan di Turki juga ada seserahan. Mereka menyebutnya ceyiz.
Salah satu bingkisan wajib dalam seserahan adalah seperangkat handuk, yang terdiri dari beberapa ukuran. Ada yang berhiaskan sulam, bordir dan manik-manik.
Daftar seserahan lain adalah home textile untuk ruang tidur dan ruang makan, ragam barang pecah belah dan dekorasi rumah.
Kebutuhan pribadi seperti pakaian tidur, hijab, hand bag, kosmetik dan perhiasan juga umumnya diberikan untuk calon mempelai wanita, saat seserahan.
Di Mahmutpasa Bazaar, calon pengantin bisa mendapatkan semuanya. Pilihannya banyak, tinggal menyesuaikan dengan selera dan anggaran. Meski hampir semua toko menyantumkan harga pas, tawar menawar tetap berlaku.
Trend sepatu lukis untuk pengantin Turki. (Z Creators/Elisa Oktaviana)
Mahmutpasa Bazaar merupakan simbol belanja murah di Istanbul. Di sini terdapat beberapa toko yang khusus menjual suvenir pernikahan. Seperti sabun, magnet kulkas, permen dan cokelat.
Hampir seluruh produk yang dijual di Mahmutpasa Bazaar buatan Turki. Termasuk gaun Henna untuk upacara sebelum pernikahan. Gaun istimewa ini berhiaskan sulaman emas yang disebut bindalli, dan dikenakan oleh calon mempelai wanita.
Untuk gaun pernikahan Turki, umumnya berdesain ala barat, lengkap dengan mahkota atau tiara dan sarung tangan. Warna yang populer selain putih adalah pink, krem dan hijau sage.
Untuk jenisnya, antara lain: A-line silhouette atau gaun berpotongan A, ball gown ala putri-putri dalam dongeng, sheat yang mengikuti bentuk tubuh, dan mermaid yaitu gaun yang memiliki bentuk ekor seperti putri duyung.
Berbeda dengan gaun, trend sepatu pengantin di Turki bergerak lebih dinamis. Beberapa tahun belakangan, sepatu lukis banyak dipilih pasangan pengantin. Para produsen alas kaki di Turki kerap menerima pesanan sepatu lukis, sesuai karakter pengantin.
Toko handuk di Mahmutpasa Bazaar, Istanbul, Turki. (Z Creators/Elisa Oktaviana)
Sepatu pengantin berdesain unik juga populer di Turki. Ada yang sederhana, banyak juga yang penuh ornamen seperti pita, bordiran dan mutiara. Engga hanya hi-heels, tapi juga sneakers. Harganya mulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah.
Mahmutpasa Bazaar mulai berdiri 1462. Kala itu, Mahmut Pasha, salah satu Wazir Agung periode Sultan Mehmed II, membeli 265 toko yang berdampingan dan mengubah kawasan itu menjadi bazaar atau pasar.
Gaun untuk malam Henna untuk pengantin Turki. (Z Creators/Elisa Oktaviana)
Pasar bersejarah berusia lebih dari 560 tahun ini memiliki jalan yang sempit. Di kedua sisinya, pertokoan berdampingan dengan karavan-karavan alias penginapan kuno.
Dulunya, karavan digunakan untuk menampung para pelancong dari berbagai negara, yang datang dengan unta mereka.
Di area bazaar juga terdapat kompleks Masjid Mahmutpasa, yang dilengkapi hamam atau tempat pemandian khas Turki, air mancur dan makam.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators