INDOZONE.ID - Turki punya dua hari raya keagamaan, yaitu Ramazan Bayrami (Idul Fitri) dan Kurban Bayrami (Idul Adha). Berbeda dengan di Indonesia, perayaan Idul Adha di Turki jauh lebih meriah dibandingkan Idul Fitri.
Tahun ini, pemerintah Turki menetapkan libur resmi Idul Adha mulai Senin, 26 Juni sampai Minggu, 2 Juli. Sehingga total hari libur menjadi 9 hari, termasuk akhir pekan.
Jelang Idul Adha, stok permen di pasaran Turki melimpah. (Z Creators/Elisa Oktaviana)
Seperti Muslim lainnya di seluruh dunia, Muslim di Turki juga berkurban untuk Idul Adha. Ada yang membeli hewan kurban secara langsung dan menyalurkan sendiri, ada juga yang membeli secara online, untuk disalurkan melalui lembaga pemerintah maupun non pemerintah.
Sambut Idul Adha, Muslim Turki juga berburu pakaian baru dan menyiapkan berbagai keperluan, termasuk membeli aneka cokelat dan permen. Kudapan manis ini jadi suguhan khas saat perayaan Idul Fitri maupun Idul Adha di Turki.
Meski mahal, warga Turki antusias belanja cokelat dan permen. (Z Creators/Elisa Oktaviana)
Beberapa minggu jelang hari raya, stok permen dan cokelat melimpah hampir di semua tempat. Mulai dari pasar-pasar tradisional, toko makanan, minimarket, supermarket sampai kafe. Ada ratusan jenis permen dan cokelat. Mau beli yang kemasan atau curah? Produk lokal atau impor? Semua ada.
Beberapa brand terkenal juga berlomba-lomba memberi promosi khusus, baik di jaringan minimarket maupun supermarket besar. Harga cokelat per kilogram, mulai dari 200 TL (sekitar Rp118 ribu). Untuk permen, rata-rata mulai dari 130 TL per kilogram (sekitar Rp77 ribu).
Muslim Turki belanja cokelat dan permen untuk Idul Adha. (Z Creators/Elisa Oktaviana)
Saat hari raya, orang Turki menyuguhkan cokelat dan permen kepada tamu-tamu yang berkunjung ke rumah mereka. Kudapan ini disuguhkan bersama kopi, teh, serta makanan manis lainnya seperti baklava dan Turkish delight alias lokum.
Tradisi unik lainnya, anak-anak berkeliling dari rumah ke rumah atau apartemen, untuk mengucapkan selamat Idul Adha. Mereka membawa kantong khusus atau tas kecil, untuk menampung permen dan cokelat dari para tetangga. Mirip perayaan Halloween di negara-negara Barat.
Idul Adha, anak-anak Turki kumpulkan cokelat dan permen. (Z Creators/Elisa Oktaviana)
Idul Fitri dan Idul Adha di Turki mulai dirayakan setelah Pertempuran Talas, di Kyrgyzstan, antara Dinasti Tang (Cina) dan Dinasti Abbasiyah pada tahun 751. Ketika itu, orang-orang Turki (Uyghur) bersekutu dengan pasukan Abbasiyah dan Tibet. Mereka berhasil menghentikan invasi militer Cina.
Pertempuran Talas jadi tonggak sejarah. Setelah perang berakhir, agama Islam mulai masuk dan diterima bangsa-bangsa Asia Tengah, khususnya Turki. Islampun menyebar perlahan di seluruh wilayah kekuasaan Turki.
Artikel menarik lainnya:
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: