INDOZONE.ID - Garam, selain menjadi penambah rasa dan pengawet utama dalam makanan, ternyata memiliki peran yang lebih luas dan mendalam dalam dunia kuliner.
Artikel ini akan membahas secara mendalam enam fungsi garam yang mungkin belum banyak diketahui.
Dari peran sebagai pengawet makanan hingga pemberi tekstur, rasa, dan warna, garam memiliki dampak yang signifikan pada hasil akhir suatu hidangan.
Mari kita eksplorasi lebih lanjut mengenai peran garam di dapur kita.
Garam digunakan untuk mengawetkan daging (dan makanan lainnya). Ini merupakan salah satu metode pengawetan makanan tertua yang digunakan jauh sebelum adanya teknologi pendinginan.
Mikroba yang dapat merusak makanan memerlukan kelembapan untuk berkembang, dan garam bertindak sebagai pengawet dengan menarik kelembaban keluar dari makanan.
Banyak mikroba penyebab penyakit juga tidak dapat tumbuh di hadapan garam.
Perendaman makanan dalam air garam yang sangat asin, seperti dalam proses pengasinan, dapat mengawetkan dan memberikan rasa pada makanan. Misalnya, proses pengasinan adalah bentuk perendaman dalam larutan garam.
Banyak orang tidak menyadari bahwa garam memainkan peran besar dalam menciptakan tekstur makanan.
Ketika membuat roti beragi, misalnya, jumlah garam sangat mempengaruhi laju fermentasi ragi dan pembentukan gluten, yang keduanya akan signifikan memengaruhi tekstur akhir roti.
Garam juga memiliki efek besar pada gelatinisasi protein, yang terjadi dalam produksi keju dan berbagai jenis daging olahan seperti sosis, bologna, dan ham.
Dalam produk daging olahan, garam membantu menjaga kelembaban, sehingga tidak diperlukan banyak lemak jenuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thespruceeats.com