Ilustrasi koki sedang mengiris ikan sebagai bahan utama Sashimi. (Ilustrasi/chefepic.com)
INDOZONE.ID - Hidangan berbahan dasar ikan mentah seperti sushi, sashimi, dan ikan asap dingin dikenal populer di berbagai negara, termasuk Israel dan kawasan Eropa. Meski umumnya aman dikonsumsi, makanan ini tetap menyimpan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penderita penyakit kronis, anak-anak, serta ibu hamil.
Risiko tersebut berasal dari bakteri yang dapat tumbuh pada makanan laut mentah dan setengah matang, salah satunya adalah Aeromonas, bakteri yang dalam beberapa kasus diketahui resisten terhadap antibiotik. Bakteri ini berpotensi menimbulkan infeksi serius pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Baca juga: Sejarah Sushi: Kuliner Jepang yang Berawal dari Teknik Pengawetan Ikan
Penelitian terkait bahaya ini dilakukan oleh Hyejeong Lee, lulusan doktor dari Departemen Bioteknologi dan Ilmu Pangan, Norwegian University of Science and Technology (NTNU). Lee meneliti berbagai jenis bakteri Aeromonas yang ditemukan dalam produk makanan laut yang tidak melalui proses pemanasan atau perlakuan antibakteri yang memadai.
“Tanpa perlakuan panas atau metode antibakteri lainnya, risiko pertumbuhan bakteri dalam jumlah tinggi akan meningkat secara signifikan,” jelas Lee dalam penelitiannya.
Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Microbiology dengan judul Whole Genome Sequence Analysis of Aeromonas spp. Isolated from Ready-to-Eat Seafood: Antimicrobial Resistance and Virulence Factors. Studi ini bertujuan menambah pemahaman tentang peran Aeromonas, baik dalam proses pembusukan makanan laut maupun sebagai penyebab penyakit pada manusia. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti potensi makanan laut mentah sebagai media penyebaran bakteri resisten antibiotik.
Selama ini, Listeria monocytogenes dikenal sebagai bakteri patogen yang paling sering dikaitkan dengan konsumsi makanan laut mentah atau olahan ringan. Namun, keberadaan Aeromonas dalam produk sejenis telah lama menjadi perhatian para ilmuwan.
Baca juga: Lakukan Hal Ini Jika Ingin Membuat Sashimi di Rumah
Dalam risetnya, Lee memeriksa berbagai produk ikan siap konsumsi yang beredar di pasar Norwegia. Hasilnya menunjukkan bahwa proses pengolahan ringan, seperti pada sushi, sashimi, dan ikan asap dingin, tidak cukup efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas.
“Mayoritas strain Aeromonas yang kami temukan berpotensi bersifat patogen dan kerap memiliki lebih dari satu faktor risiko,” ungkap Lee.
Meski demikian, Lee menegaskan bahwa kemungkinan terinfeksi Aeromonas tergolong rendah bagi orang dengan kondisi tubuh sehat. Namun, ia menilai bakteri ini masih kerap luput dari perhatian dalam pembahasan keamanan pangan.
“Aeromonas sering diabaikan ketika kita membicarakan keamanan makanan. Padahal, penelitian ini menunjukkan bahwa industri pangan perlu memberikan perhatian lebih terhadap bakteri tersebut,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jpost.com