Api Abadi di Pamekasan (Hendra Susanto/Z Creators)
INDOZONE.ID - Fenomena api yang tidak pernah padam meski diguyur hujan sekalipun selalu berhasil memicu decak kagum sekaligus rasa penasaran.
Di balik keajaibannya, fenomena ini merupakan perpaduan antara kekayaan geologi dan kepercayaan masyarakat setempat yang melegenda.
Berikut adalah ulasan mengenai destinasi api abadi di Indonesia, potensi wisatanya, hingga nilai edukasi yang tersimpan di dalamnya.
Baca juga: Menelusuri Sisi Spiritual Tangerang: 5 Destinasi Wisata Religi yang Tenangkan Hati dan Sarat Sejarah
Mungkin merupakan yang paling legendaris. Api di sini sering digunakan sebagai sumber obor untuk acara olahraga nasional maupun internasional dan ritual keagamaan umat Buddha (Hari Raya Waisak).
Diklaim sebagai api abadi terbesar di Asia Tenggara. Lokasinya berada di tengah hutan jati dan memiliki kaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit.
Api abadi di Madura. (TikTok /@deni.irmawan)
Baca juga: 7 Destinasi Wisata Terpopuler dan Indah di Dunia: Nomor 2 Pernah Disebut di Series 'Layangan Putus'
Keunikan situs ini adalah apinya muncul dari bawah tanah di area terbuka. Menariknya, saat tanah di sekitarnya digali, api akan muncul, namun di luar area tersebut, api tidak bisa menyala.
Situs ini kembali ditemukan di kawasan yang kaya akan peninggalan purbakala, menambah daya tarik sejarah bagi pengunjung.
Dari sudut pandang ilmiah, api abadi adalah laboratorium alam yang luar biasa. Fenomena ini biasanya terjadi karena adanya kebocoran gas alam dari dalam bumi yang merembes keluar melalui retakan batuan atau sesar geologi.
Kunjungan ke situs api abadi menawarkan lebih dari sekadar pemandangan unik:
Menyaksikan api abadi adalah pengingat betapa dinamisnya bumi tempat kita berpijak. Dengan menjaga kelestarian situs-situs geologi ini, kita tidak hanya merawat sebuah destinasi wisata, tetapi juga menjaga warisan alam yang menyimpan rahasia energi masa lalu dan inspirasi untuk masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan