Alun-Alun Pekalongan (sumber foto jatengprov.go.id)
INDOZONE.ID - Pekalongan mungkin paling dikenal dengan julukan "Kota Batik", namun kota di pesisir utara Jawa ini menyimpan kekayaan kuliner dan kerajinan yang jauh lebih luas daripada sekadar kain.
Jika Anda bosan membawa pulang kain batik atau Megono yang sulit dibawa perjalanan jauh, saatnya melirik opsi lain yang tak kalah istimewa.
Berikut adalah rekomendasi oleh-oleh khas Pekalongan yang anti-mainstream, unik, dan pastinya berkesan untuk dibawa pulang:
Baca juga: Bukan Sekadar Noken! 6 Oleh-Oleh Jayapura Anti-Mainstream yang Wajib Masuk Koper
Minuman bersoda ini adalah legenda yang sudah ada sejak tahun 1920. Pabriknya yang bergaya kolonial di kawasan Jetayu masih mempertahankan proses produksi tradisional dan kemasan botol kaca klasiknya.
Rasanya sangat khas, terutama varian Sarsaparilla yang memberikan sensasi dingin semriwing. Minuman ini menawarkan estetika "retro" yang kuat, sangat cocok dijadikan buah tangan sekaligus koleksi botol yang ikonik.
Kopi tahlil biasanya dinikmati di kedai pinggir jalan pada malam hari sebagai penghangat badan. Kini, racikan ini sudah tersedia dalam bentuk bubuk kemasan yang praktis.
Ini bukan kopi hitam biasa, ini adalah campuran rempah seperti jahe, kapulaga, cengkeh, kayu manis, dan serai memberikan aroma harum dan efek menenangkan. Oleh-oleh ini sangat cocok untuk kerabat yang gemar menikmati minuman herbal atau wedangan.
Baca juga: Bosan Klappertaart? Ini 6 Oleh-Oleh Manado Anti-Mainstream yang Wajib Masuk Koper!
Banyak daerah memiliki kerupuk melarat, namun Pekalongan memiliki Kerupuk Guse. Kerupuk ini digoreng menggunakan pasir, namun yang membedakannya adalah bumbu rempah dan rasa ikan atau terasi yang lebih tajam.
Teksturnya sangat renyah dan jauh lebih sehat karena bebas kolesterol. Biasanya disajikan dengan sambal gula jawa yang pedas-manis, memberikan kombinasi rasa gurih-pedas yang tak terlupakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara