Ilustrasi perayaan Imlek. (Freepik)
INDOZONE.ID - Liburan Tahun Baru China atau Imlek akan tiba tidak lama lagi. Beberapa kota ini bisa dikunjungi untuk menghabiskan liburan Imlek.
Perayaan Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama kalender Tionghoa hingga hari ke-15 atau Cap Go Meh.
Biar liburan Imlek makin berkesan, yuk eksplor pengalaman baru dengan menikmati perayaan komunitas Tionghoa ini di berbagai kota. Uniknya, setiap kota memiliki perayaan masing-masing dengan keunikan yang beragam.
Yuk, simak lima kota untuk habiskan liburan Imlek di Indonesia!
Baca juga: 8 Tempat Wisata Imlek di Jakarta: Telusuri Keseruan Budaya Tionghoa!
Pawai Tatung . (Kemenparekraf.go.id)
Kota pertama dalam daftar ini adalah Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar). Kota ini amat pas untuk dikunjungi untuk merayakan liburan Imlek.
Di sini, kamu bisa menemukan pawai tatung yang digelar setiap Cap Go Meh. Pawai tatung memadukan budaya Tionghoa dan tradisi Dayak. Sebelumnya, tradisi lain macam pawai lampion, pawai naga, dan arak-arakan barongsai pun digelar.
Secara harfiah, dalam bahasa Hakka, tatung berarti kerasukan roh, dewa, leluhur, atau kekuatan supranatural. Para tatung yang kerasukan, akan menunjukkan kekebalan tubuh dengan menusukkan kawat hingga berjalan di atas kaca.
Sebelum atraksi berisiko ini, para tatung akan berpuasa selama tiga hari supaya dalam keadaan bersih dan suci. Unik sekali, bukan?
Pasar Imlek Semawis. (Humas Jatengprov)
Selanjutnya, posisi kedua ditempati oleh Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Kota ini memiliki Pasar Imlek Semawis yang memeriahkan perayaan Tahun Baru China.
Acara ini begitu meriah sehingga turut dikunjungi masyarakat umum, bukan hanya komunitas Tionghoa. Pasar Imlek Semawis menyajikan beragam kuliner hingga kesenian khas Tionghoa.
Posisi ketiga ditempati oleh Kota Solo, Jateng, yang menawarkan acara Grebeg Sudiro. Acara ini merupakan perayaan akulturasi etnis Jawa dan Tionghoa, yang hadir dengan meriah tanpa meninggalkan nilai budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemenpar