Jepang dan Korea Selatan berada dalam satu wilayah yang sama yaitu Asia Timur, maka tak heran jika kedua negara tersebut memiliki banyak sekali kemiripan dari segi karakteristik fisik dan kebudayaan. Bahkan, Jepang dan Korea Selatan dapat dikatakan memiliki leluhur yang sama.
Akibat kedekatan tersebut, Jepang dan Korea Selatan juga mempunyai makanan khas yang tampilannya pun serupa, seperti contohnya sushi dan kimbab (gimbab). Meskipun keduanya sama-sama memiliki tampilan seperti nasi yang digulung, ternyata ada beberapa perbedaan mencolok diantara sushi dan kimbab. Apa saja, ya?
Sushi adalah makanan khas Jepang yang sudah sangat populer di hampir seluruh dunia bahkan di Indonesia. Sedangkan, kimbab adalah makanan khas Korea Selatan yang mulai dikenal di Indonesia sejak munculnya tren K-Pop atau K-drama beberapa tahun terakhir.
Sejak dahulu, sushi sudah dapat dinikmati diberbagai rumah makan atau restoran khas Jepang yang ada di setiap kota-kota besar di Indonesia. Oleh karena itu, ketika kimbab mulai masuk ke Indonesia, makanan ini dianggap atau lebih dikenal dengan sebutan sushi Korea Selatan.
Mungkin saat melihat sushi dan kimbab, kamu akan menganggap jika keduanya memiliki cita rasa yang sama, padahal rasa yang dimiliki keduanya cukup berbeda. Perbedaan cita rasa tersebut didasari oleh penggunaan bahan utama yang berbeda.
Sushi diolah dengan menggunakan bumbu dasar berupa cuka beras, sehingga sushi memiliki cita rasa yang cenderung manis dan tekstur yang lembut. Sedangkan kimbab diolah dengan menggunakan bumbu dasar berupa minyak wijen yang ditambahkan pada nasi, nori, dan isian kimbab.
Punya bentuk yang mirip, sushi dan kimbab memiliki isian yang tidak sama. Jika sushi hanya menggunakan nasi putih, kimbab dikenal memiliki variasi selain nasi putih. Kimbab dapat diolah menggunakan nasi merah atau biji-bijian pengganti karbohidrat.
Tak hanya pada jenis nasi yang digunakan, sushi dan kimbab memiliki isian berbeda. Sushi diisi menggunakan makanan laut yang bisa dimakan mentah ataupun dimasak terlebih dahulu. Sedangkan kimbab diisi menggunakan daging yang sudah matang, kimchi, atau jenis sayur-sayuran lainnya yang bisa memberikan tekstur renyah.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kedua makanan khas ini telah mengalami beberapa inovasi varian baik berupa bentuk, isi, ataupun rasa yang menyesuaikan dengan selera masyarakat setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: