Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 30 JUNI 2025 • 15:42 WIB

Kemenparekraf Serukan Penegakan SOP Pendakian Demi Keselamatan Wisatawan

Kemenparekraf Serukan Penegakan SOP Pendakian Demi Keselamatan WisatawanMenteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana (sumber: Kemenpar.go.id)

INDOZONE.ID - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian ekstrem, menyusul insiden tragis yang menimpa wisatawan asing di Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Wisatawan asal Brasil, Juliana Marins (26), dilaporkan terjatuh saat mendaki di jalur ekstrem kawasan Rinjani pada Sabtu, 21 Juni 2025. Setelah pencarian intensif selama empat hari, jenazahnya ditemukan pada kedalaman sekitar 600 meter, Selasa (24/6/2025), dan baru berhasil dievakuasi keesokan harinya akibat medan terjal dan cuaca yang tidak bersahabat.

Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga Juliana Marins atas kehilangan tragis ini. Insiden ini mengingatkan kita bahwa setiap destinasi wisata ekstrem mengandung risiko serius,” tutur Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam pernyataan resmi pada Sabtu (28/6/2025).

Baca juga: Senyum Terakhir Juliana di Rinjani, Pendaki Brasil yang Ditemukan Meninggal Usai Jatuh ke Jurang

Menteri menekankan bahwa musibah ini menjadi alarm keras bagi seluruh pihak agar tidak lengah terhadap penerapan SOP. Gunung Rinjani, sebagai destinasi pendakian kelas dunia, telah memiliki SOP yang tertuang dalam SK Kepala Balai TNGR Nomor 19 Tahun 2022, yang wajib dipatuhi semua pelaku wisata.

Kami ingin menegaskan kewajiban ketat untuk mematuhi SOP yang telah diatur. Kepatuhan terhadap prosedur ini bukan sekadar formalitas, namun menjadi benteng utama dalam meminimalkan insiden fatal,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenparekraf mendorong pengelola dan pelaku wisata untuk melaksanakan audit menyeluruh terhadap operator dan pemandu, memastikan adanya sertifikasi dari otoritas terkait. Selain itu, pelatihan ulang yang mencakup aspek keselamatan dan evakuasi darurat akan diwajibkan untuk semua porter dan pemandu.

Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga juga terus diperkuat. Kemenparekraf bersama Kementerian Kehutanan, TNI/Polri, BPBD, Basarnas, Balai TNGR, hingga Dinas Pariwisata Daerah akan mengawasi langsung implementasi SOP di lapangan agar berjalan optimal.

Edukasi publik turut menjadi perhatian utama. Terutama bagi wisatawan asing, pentingnya penggunaan operator resmi, perlengkapan keselamatan yang memadai, dan pemahaman risiko sebelum memulai aktivitas ekstrem harus menjadi pengetahuan dasar.

Baca juga: Soal 'Kartu Kuning' Geopark Kaldera Toba dari UNESCO, Kemenparekraf Siapkan Strategi Pemulihan

Menyambut libur sekolah, Kemenparekraf mengimbau wisatawan untuk:

  • Memastikan menggunakan operator dan pemandu bersertifikat resmi.

  • Patuh terhadap semua protokol keselamatan serta tidak keluar dari jalur yang ditetapkan.

Kementerian Pariwisata menutup pernyataannya dengan pesan bahwa keselamatan wisatawan bukan semata tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Tragedi Rinjani menjadi pengingat bahwa penerapan SOP secara konsisten adalah kunci utama mencegah bencana serupa di kemudian hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenpar.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kemenparekraf Serukan Penegakan SOP Pendakian Demi Keselamatan Wisatawan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!