7 Fakta Menarik Gunung Rinjani, Gunung yang Menelan Nyawa Pendaki Asal Brasil di Jalur Ekstrem.
INDOZONE.ID - Gunung Rinjani di Lombok kembali ramai dibicarakan. Sayangnya, bukan karena pesona alamnya yang memukau, tapi karena insiden tragis yang menimpa seorang pendaki asal Brasil.
Pendaki berinisial JDSP (27) dinyatakan hilang setelah terjatuh dari tebing curam di kawasan Cemara Nunggal, salah satu jalur ekstrem menuju puncak Gunung Rinjani. Setelah ditemukan usai pencarian intens oleh tim SAR, JDSP dinyatakan tidak bernyawa pada Selasa, 24 Juni 2025.
Kejadian ini jadi pengingat keras bahwa pendakian bukan sekadar soal keindahan alam, tapi juga tantangan serius yang harus dihadapi dengan persiapan matang.
Baca juga: Indonesia Siap Jadi Episentrum Wisata Olahraga Dunia, Ini 5 Alasannya
Di balik keindahan Rinjani, ada sisi misterius dan fakta-fakta menarik yang mungkin belum banyak orang tahu.
Yuk, simak 7 fakta Gunung Rinjani yang harus kamu tahu.
1. Kaya Flora dan Fauna Endemik
Ekosistem Rinjani sangat beragam. Di sini hidup berbagai satwa langka seperti rusa, lutung, dan burung endemik. Ditambah, ada bunga Edelweiss Rinjani dan Anggrek Hitam yang juga bisa ditemukan ketika berada di jalurnya.
2. Diakui Dunia sebagai Geopark UNESCO
Sejak 2018, Rinjani masuk daftar Global Geopark UNESCO. Artinya, gunung ini diakui secara internasional karena punya nilai geologis, ekologis, dan budaya yang penting.
3. Jalur Pendakian yang Rumit
Pendakian ke Rinjani butuh stamina ekstra. Rute yang ditempuh biasanya memakan waktu 3 hingga 5 hari dan cukup menguras tenaga. Tapi saat lihat sunrise dari puncaknya, semua rasa lelah dijamin akan terbayar lunas.
4. Punya Legenda Mistis Dewi Anjani
Nama Rinjani berasal dari cerita rakyat tentang Dewi Anjani, sosok mistis yang diyakini menjaga gunung dan danau. Legenda ini masih hidup di kalangan masyarakat lokal dan bikin Rinjani makin terasa sakral.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan