Rabu, 08 NOVEMBER 2023 • 16:57 WIB

10 Bekal Makanan Pahlawan Indonesia saat Lawan Penjajah

Author

Singkong rebus (pinterest.com)

Masih lekat diingatan perjuangan para pahlawan untuk melawan penjajahan pada zaman dahulu.

Selama masa tersebut, para pahlawan berusaha untuk meraih kebebasan agar tak bergerak terbatas lagi di negara sendiri, termasuk bisa makan sepuasnya.

Pasalnya, pada masa itu, berbagai hasil bumi jatuh kepemilikikan kepada para penjajah, sehingga warga harus memakan makanan seadanya. Bahkan, makanan-makanan tersebut menjadi bekal para penjajah.

Penasaran apa saja makanan tersebut? Berikut daftarnya untuk mengingatkan kita pada pahlawan Indonesia pada Hari Pahlawan.

1. Leughok

Leughok (youtube.com/@RasaAlamJourney)

Pada masa peperangan, para pahlawan Aceh membawa Leughok sebagai bekal makanannya. Makanan khas Aceh ini cukup mengenyangkan untuk kondisi darurat tersebut.

Leughok itu sendiri merupakan makanan yang terbuat dari pisang dan tapung sagu, sehingga teksturnya cukup padat dan memiliki rasa manis.

Baca Juga: Resep Kue Putu Ayu, Camilan Tradisional Nikmat!

2. Nasi Tiwul

Nasi tiwul (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Nasi Tiwul yang terkenal di Jogja ini, ternyata telah menjadi makanan tradisional yang menemani pahlawan Indonesia.

Nasi Tiwul cukup terkenal di kawasan Ponorogo, Trenggalek, Wonosobo, Gunungkidul, Wonogiri, Pacitan, Yogyakarta, hingga Blitar.

Nasi ini terbuat dari tepung singkong yang disajikan bersama dengan gula merah untuk menggantikan nasi.

3. Telur asin

Ilustrasi telur asin. (Pixabay/veerasantinithi)

Siapa sangka telur asin yang kini menjadi lauk peneman nasi, dulunya menjadi bekal pahalawan Indonesia.

Pada masa itu, telur asin dipilih karena mudah dikonsumsi dan cukup nikmat karena memiliki rasa asin serta gizinya pun tinggi.

4. Singkong Rebus

Singkong rebus (fatsecret.co.id)

Singkong rebus menjadi salah satu ikon makanan Indonesia yang terkenal menjadi santapan asli warga sejak zaman dahulu.

Selain disantap warga, singkong rebus juga menjadi bekal para pahalawan Indonesia karena bisa menjadi pengganti nasi dan memiliki karbohidrat tinggi.

5. Nasi jagung

Nasi jagung (id.wikipedia.org)

Populernya nasi jagung di Indonesia lahir dari fakta bahwa makanan ini menjadi santapan warga lokal serta bekal makanan para pahlawan.

Nasi jagung sendiri adalah beras yang dikukus dengan pipilan jagung hingga matang dan memiliki rasa gurih.

Baca Juga: Cicipi Masakan Rumahan di Rumah Makan Tradisional Khas Jogja Ini, Ada Menu Apa Saja?

6. Nasi oyek

Nasi oyek (indonesia.go.id)

Terbuat dari singkong dari beras, nasi oyek menjadi makanan yang cukup legendaris di era pahlawan melawan penjajah.

Pasalnya, makanan ini lekat dengan sejarah bahwa makanan ini menyelamatkan Jenderal Sudirman dan pasukannya saat melawan Belanda di tengah hutan.

7. Pisang rebus

Ilustrasi pisang rebus. (wikipedia.org)

Rasanya yang manis dan nikmat, serta mampu bikin kenyang tahan lama, membuat pisang rebus menjadi pilihan bekal pada masa itu. Makanan ini pun mudah dibawa dan cepat dikonsumsi.

8. Gathot

Gathot (id.wikipedia.org)

Pada masa itu, gathot menjadi salah satu bekal makanan yang paling awet untuk dibawa dan cukup mengenyangkan karena terbuat dari parutan singkong dan disajikan dengan gula merah atau garam.

9. Janeng

Janeng (shopee.co.id)

Janeng adalah sejenis umbi-umbian yang tumbuh di hutan Aceh. Pada zaman dahulu, makanan ini menjadi bekal para pahlawan karean cukup nikmat dan disajikan dengan parutan kelapa.

10. Ubi kukus

Ilustrasi ubi (sehataqua.co.id)

Ubi kukus menjadi bekal para pahlawan saat perang karena dapat membuat tubuh tetap prima walaupun hanya makan sedikit.

Ubi mengandung vitamin C, vitamin B kompleks, dan fosfor sehingga sangat baik untuk daya tahan tubuh.

Beberapa makanan-makanan tersebut menjadi bekal para pahlawan ketika melawan penjajahan zaman dahulu.

Baca Juga: Legit! 5 Camilan Tradisional Indonesia Berbahan Dasar Pisang, Ada yang Mirip Pancake

Hingga saat ini, makanan tersebut terkadang masih menjadi bekal dan camilan sederhana untuk menemani hari-hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU