INDOZONE.ID - Bagi sebagian besar masyarakat, deretan buah bulat kecil berwarna krem kekuningan di lapak pedagang pasar terlihat sama persis. Semua sering kali langsung dilabeli sebagai "duku".
Namun, dalam dunia botani dan taktis belanja, menganggap semuanya sama adalah kesalahan besar yang bisa membuat Anda pulang dengan rasa kecewa (dan lidah yang kelat).
Duku sebenarnya memiliki beberapa saudara kembar yang penampilannya sangat mirip, yaitu langsat, kokosan, dan pisitan.
Meskipun mereka berada dalam satu keluarga (Meliaceae), karakteristik fisik, kandungan getah, dan profil rasanya sangat berbeda.
Agar Anda tidak tertipu oleh trik label pedagang nakal, mari kita bedah panduan komparatif dan taktis untuk membedakan keempat buah "kembar" ini langsung di lapangan.
Baca juga: Sering Dikira Duku, Buah yang Bikin Kulit Glowing Ini Sekali Panen Bikin Petani Kaya!
1. Duku
Duku adalah varietas yang paling diburu karena kenyamanan saat dikonsumsi. Jika Anda mencari buah yang manis tanpa repot terkena getah lengket, duku adalah pilihan mutlak.
Identifikasi Kulit
Kulit duku cenderung tebal, kokoh, dan bertekstur agak kasar. Saat matang, warna kulitnya kuning langsat bersih dengan bercak hitam alami yang tipis.
Karena kulitnya tebal, duku lebih tahan lama dan tidak mudah busuk atau bonyok saat ditumpuk.
Kandungan Getah
Ini kuncinya, duku yang benar-benar matang hampir tidak memiliki getah sama sekali, baik pada kulit maupun daging buahnya. Tangan Anda akan tetap bersih saat mengupasnya.
Profil Rasa
Dominan manis madu dengan tekstur daging yang tebal, bening, dan kenyal. Bijinya cenderung kecil atau bahkan tidak ada (seedless), sehingga dagingnya mudah lepas.
Baca juga: Buah Duku, si Kecil Manis yang Kaya Akan Manfaat
2. Langsat
Langsat sering kali dipajang bersebelahan dengan duku karena sekilas ukurannya sama. Namun, langsat memiliki sifat yang lebih ringkih.
Identifikasi Kulit
Kulit langsat jauh lebih tipis dan liat dibandingkan duku. Warnanya cenderung kuning pucat bersih.
Karena kulitnya yang tipis, buah ini sangat sensitif; jika disimpan terlalu lama, kulitnya akan cepat menghitam dan membusuk.
Kandungan Getah
Langsat mengandung getah putih yang cukup banyak pada kulitnya. Saat Anda mengupasnya dengan tangan telanjang, siap-siap jari Anda akan terasa lengket.
Profil Rasa
Berbeda dengan duku yang manis pekat, langsat menawarkan kombinasi manis dan asam yang seimbang dan menyegarkan. Daging buahnya lebih banyak mengandung air (berair).
3. Kokosan
Nama "kokosan" diambil dari cara makannya yang unik. Buah ini adalah opsi bagi pencinta rasa masam yang ekstrem dan sering kali dijual dengan harga yang jauh lebih murah.
Identifikasi Kulit
Kulitnya tipis, liat, dan biasanya berwarna kuning tua kemerahan atau kecokelatan. Buah kokosan umumnya tumbuh dalam dompolan yang sangat rapat dan berjejal satu sama lain.
Kandungan Getah
Kandungan getahnya paling banyak, pekat, dan lengket di antara semuanya.
Profil Rasa
Rasanya sangat masam, kecut, dan getir jika digigit dengan bijinya. Daging buahnya cenderung melekat erat pada bijinya yang besar.
Karena susah dikupas dan bergetah, cara makannya adalah dengan digigit atau dikosok (ditekan) hingga pecah langsung di dalam mulut, lalu sarinya diisap (itulah mengapa disebut kokosan).
4. Pisitan
Pisitan atau sering disebut pijetan di beberapa daerah, secara hierarki sangat dekat dengan langsat, namun memiliki kualitas fisik di bawahnya.
Nama "pisitan" berasal dari kata pisit (pijit), karena buah ini harus dipijit hingga pecah untuk memakan dagingnya.
Identifikasi Kulit
Kulitnya paling tipis dan sangat mudah berkerut atau menghitam. Warnanya kuning kusam dan umumnya berukuran lebih kecil dari duku atau langsat.
Kandungan Getah
Memiliki kandungan getah yang lumayan banyak, mirip dengan langsat.
Profil Rasa
Rasanya campuran antara asam dan manis yang tipis, dengan tekstur daging buah yang cenderung tipis karena didominasi oleh ukuran biji yang relatif besar di dalamnya.
Tips Taktis saat Membeli di Pasar
- Uji Tekan (Fleksibilitas Kulit): Saat memilih, tekan pelan buahnya. Jika terasa membal, berkulit tebal, dan tidak lembek, itu adalah duku. Jika terasa tipis dan langsung terasa bijinya yang keras di dalam, kemungkinan besar itu adalah langsat atau pisitan.
- Cek Pangkal Tangkai: Perhatikan area dompolan buah. Jika buahnya menempel sangat rapat, berjejal hingga bentuknya agak pipih karena tertekan buah lain, dan warnanya agak kusam, waspadalah itu adalah kokosan.
- Gores Sedikit Kulitnya: Jika diizinkan oleh pedagang, gores sedikit kulit buah dengan kuku. Jika langsung keluar cairan putih kental yang lengket, buah tersebut adalah jenis bergetah tinggi (langsat/kokosan), bukan duku berkualitas.
Jangan lagi terjebak dengan trik "asal sebut" dari oknum pedagang buah. Dengan memahami ketebalan kulit, kadar getah, dan bentuk dompolannya, Anda bisa tahu persis apakah Anda sedang membeli duku manis premium atau justru langsat asam yang menyegarkan. Selamat berbelanja taktis di pasar!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: