INDOZONE.ID - Tidak seperti varian Ultra High Temperature (UHT) yang lebih tahan lama, susu pasteurisasi memerlukan suhu dingin yang stabil di dalam lemari es agar kualitasnya tidak menurun.
Oleh karena itu, susu jenis ini sangat sensitif jika dibiarkan terlalu lama di luar ruangan pada suhu normal.
"Jadi kalau susu pasteurisasi itu kan karena enggak ada pengawet, kalau di room temperature (suhu ruang) itu sebenarnya enggak boleh lama-lama. Harus langsung masuk kulkas," ujar dokter sekaligus ahli gizi Vrischika Chabella saat ditemui media usai konferensi pers di Mal Summarecon Serpong, Tangerang, Rabu (6/5/2026).
Susu Pasteurisasi Wajib Masuk Kulkas dan Habis Maksimal 2 Hari
Ahli gizi yang akrab disapa Chika itu memaparkan bahwa susu pasteurisasi dipanaskan dengan suhu lebih rendah dibandingkan susu UHT, sehingga tidak tahan disimpan di suhu ruang dalam waktu lama.
Baca juga: Bingung Membedakan Jenis Susu? Simak Bedanya Susu Kental, Evaporasi, dan Full Cream
"Susu pasteurisasi itu dipanaskan di suhu sekitar 70-80 derajat. Di suhu ini, penting banget untuk membunuh bakteri berbahaya, seperti E. coli," ungkap Chika.
Susu pasteurisasi perlu disimpan pada suhu dingin, sekitar 0–4 derajat Celsius, agar pertumbuhan bakteri dapat ditekan dan kualitasnya tetap terjaga.
Dalam kondisi suhu ruang, susu kemasan biasanya hanya bertahan sekitar dua hingga tiga jam.
Jika dibiarkan lebih lama, rasa dan aromanya bisa berubah menjadi asam sehingga tidak lagi aman dikonsumsi.
Setelah kemasan dibuka, susu harus segera dimasukkan kembali ke dalam kulkas dan sebaiknya dihabiskan dalam waktu paling lama dua hari.
Transparansi Produksi dan Jaga Kemurnian
Konsumen modern cenderung memprioritaskan transparansi mengenai cara susu diproduksi dan bagaimana kemurniannya dipertahankan sejak dari sumbernya.
Oleh karena itu, inovasi pada formulasi produk susu segar terus dikembangkan guna memenuhi tuntutan pasar yang mengutamakan kualitas tinggi dan keamanan konsumsi.
Menjawab kebutuhan tersebut, Hometown Artisan Dairy melanjutkan komitmennya melalui peternakan skala kecil yang berfokus pada kesehatan sapi, kualitas pakan, dan proses produksi yang terjaga dari hulu hingga hilir untuk menghasilkan susu segar berkualitas bagi keluarga modern.
Natasha Johannes, Brand Director, menjelaskan bahwa transformasi produk susu tersebut merupakan bagian dari pendekatan baru yang semakin menekankan pada kualitas dan perhatian di setiap proses produksi susu.
Baca juga: 7 Makanan Pengganti Susu yang Baik untuk Balita: Penuhi Kalsium dan Protein Tanpa Produk Sapi!
"Kami ingin menghadirkan susu segar yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga sehat, enak, dan nyaman untuk dikonsumsi setiap hari. Dengan penyempurnaan ini, kami ingin memastikan konsumen dapat menikmati susu yang tetap segar, creamy, dan nyaman dikonsumsi sebagai bagian dari rutinitas harian keluarga," ujar Natasha.
Susu Sumber Nutrisi Penting bagi Tubuh
Dari kacamata ahli gizi, Vrischika Bella menjelaskan bahwa kualitas susu tidak hanya ditentukan dari kandungan nutrisinya, tetapi juga dari bagaimana susu diproduksi dan dijaga kualitasnya sejak awal.
“Susu merupakan salah satu sumber nutrisi penting karena mengandung protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung kebutuhan nutrisi harian,” jelas Vrischika.
Selain susu segar, Hometown Artisan Dairy turut menghadirkan beragam produk olahan melalui varian Gelato Yogurt Pistachio, Greek-style Yogurt dengan rasa nanas, jambu, mangga, dan tawar (plain).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan