INDOZONE.ID - Swiss sering kali dijuluki sebagai "taman bermain para miliarder." Keindahan puncak Alpen yang tertutup salju, danau kristal, dan desa-desa abad pertengahan yang sempurna memang memikat, namun label harganya sering kali membuat pelancong berpikir dua kali.
Mengapa negara ini begitu mahal, dan mungkinkah kita menjelajahinya tanpa menguras seluruh tabungan? Berikut adalah ulasannya.
Baca juga: Viral Air Sungai Ombilin Berubah Jadi Biru Kehijauan Seperti di Swiss, Bikin Warganet Takjub!
Mengapa Swiss Menjadi Destinasi Termahal di Dunia?
Tingginya biaya hidup di Swiss bukanlah tanpa alasan. Ada beberapa faktor ekonomi makro yang memengaruhinya:
Mata Uang Franc Swiss (CHF) yang Kuat
CHF dianggap sebagai mata uang safe haven. Saat ekonomi global tidak menentu, investor lari ke mata uang ini, yang membuatnya terus menguat terhadap Rupiah maupun Euro.
Desa Thun di Swiss. (Z Creator/Alan Munandar)
Upah Minimum yang Sangat Tinggi
Swiss memiliki salah satu standar upah tertinggi di dunia. Hal ini berdampak langsung pada harga jasa; mulai dari harga kopi di kafe hingga biaya potong rambut, semuanya mencerminkan gaji tinggi para pekerjanya.
Baca juga: Guide Ungkap Kejadian saat Turis Swiss Jatuh Turun Gunung Rinjani
Biaya Logistik dan Kualitas Produk
Swiss sangat bangga dengan produk lokal mereka. Standar kualitas yang sangat ketat untuk makanan dan infrastruktur membuat biaya produksinya jauh lebih mahal dibandingkan negara tetangganya.
Topografi Pegunungan
Membangun dan merawat rel kereta serta jalan raya menembus pegunungan Alpen membutuhkan biaya perawatan yang fantastis, yang dibebankan pada harga tiket transportasi.
Tips Menghemat Anggaran Saat Berkunjung ke Swiss
Meski mahal, Swiss bukan berarti tidak bisa dikunjungi dengan anggaran terbatas. Gunakan strategi "penduduk lokal" berikut ini:
1. Transportasi: Gunakan Sistem Tiket Terpadu
Jangan membeli tiket kereta secara eceran. Gunakan Swiss Travel Pass jika Anda akan sering berpindah kota, karena sudah mencakup kereta, bus, kapal, hingga diskon kereta gantung gunung.
Jika menetap di satu kota, tanyakan Guest Card gratis pada pihak hotel yang biasanya memberikan akses transportasi lokal cuma-cuma.
2. Kuliner: Supermarket Adalah Sahabat Terbaik
Makan di restoran rata-rata menghabiskan 40–60 CHF (Rp700rb–1jt) per orang.
- Belilah makanan di supermarket seperti Coop atau Migros. Mereka memiliki bagian makanan siap saji (grab-and-go) seperti roti, salad, dan pasta dengan harga sekitar 10–15 CHF.
- Cari kafetaria di dalam supermarket tersebut (sering disebut Coop Restaurant) yang menawarkan menu prasmanan dengan harga jauh lebih miring.
3. Minuman: Jangan Beli Air Kemasan
Harga sebotol air mineral di Swiss sangat mahal dan bahkan bisa mencapai Rp50.000.
Padahal, Swiss memiliki lebih dari 10.000 air mancur di seluruh negeri yang airnya bisa langsung diminum dan kualitasnya lebih baik dari air botolan. Cukup bawa botol minum sendiri dan isi ulang di mana saja.
4. Pilih Aktivitas Gratis
Pemandangan alam Swiss adalah atraksi utamanya, dan itu gratis.
Alih-alih membayar ratusan Franc untuk kereta gantung ke puncak gunung yang populer, cobalah jalur hiking yang tersedia luas. Danau-danau di Swiss juga bisa dinikmati tanpa biaya sepeser pun.
5. Hindari Menginap di Pusat Kota Besar
Pilihlah penginapan di kota kecil yang berjarak 15-20 menit dengan kereta dari kota besar (seperti menginap di Olten alih-alih Zurich).
Sistem kereta Swiss sangat presisi, sehingga Anda tetap bisa bepergian dengan efisien namun dengan harga hotel yang jauh lebih murah.
Swiss mungkin menantang isi dompet Anda, namun kualitas pemandangan dan ketertiban yang Anda dapatkan adalah sesuatu yang sulit ditemukan di tempat lain.
Dengan perencanaan yang matang dan sedikit trik ala penduduk lokal, kemegahan Alpen bukan lagi sekadar impian. Jadi, kapan Anda siap mengepak koper menuju negeri cokelat ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan