INDOZONE.ID - Parade Ogoh-Ogoh akan hadir di kawasan wisata Pantai Mertasari, Bali. Sejumlah desa adat di Sanur, di bawah koordinasi Yayasan Pembangunan Sanur, jadi dalang di balik parade ini.
Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gde Sidharta Putra, kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan seni budaya Bali ke wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
“Ini untuk mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan dari aktivitas kepemudaan hingga pariwisata, dengan kreativitas ogoh-ogoh maka Sanur juga mengenalkan seni budaya Bali ke wisatawan,” kata Bagus Sidharta, dikutip dari ANTARA, Kamis (5/3/2026).
Penyelenggaraan parade Ogoh-Ogoh ini menyesuaikan dengan minat para wisatawan yang datang ke Kawasan Sanur. Menurut Bagus Sidharta, para wisatawan menyukai aktivitas wisata budaya sehingga hiburan gratis ini cocok untuk meningkatkan ketertarikan mereka.
Tak cuma sebagai pertunjukkan, parade Ogoh-Ogoh juga akan dilombakan sehingga ada juri yang menilai berdasarkan pakemnya.
Baca juga: Festival Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-ogoh di Semarang, Catat Rundownnya!
Kamu harus tahu, puncak kegiatan parade Ogoh-Ogoh akan berlangsung pada 11-12 Maret 2026 di Pantai Mertasari, Sanur.
“Misalnya dari pakaian hingga aksesoris penunjang lainnya, tentunya pemuda akan melakukan riset tentang bagaimana itu misalnya gelungan, baik dari segi bentuk maupun warna,” jelasnya.
Meski ada perlombaan, parade Ogoh-Ogoh memiliki nilai lebih dalam yaitu, menyatukan. Ketua Panitia Parade Ogoh-Ogoh Sanur, Metangi Ida Bagus Prajiskana Jisnu, menegaskan aktivitas seni menyambut Hari Raya Nyepi ini hadir dengan konsep menyatukan seluruh elemen jadi satu, atau disebut dengan Samuhita.
Samuhita bertujuan merangkul seluruh pemuda linas banjar di Sanur, supaya kembali bersatu dalam panggung budaya.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi ajang menyatukan, kita ingin menunjukkan bahwa Sanur bisa kompak, dengan semangat kebersamaan, Sanur Metangi 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan kreativitas pemuda sekaligus memperkuat citra Sanur sebagai kawasan wisata yang tetap berakar kuat pada tradisi budaya Bali,” ujarnya.
Proses penilaian sudah lebih awal dilakukan pada 1 Maret 2026 terhadap 17 banjar di Sanur, sebelum parade puncak pada 12 Maret.
Proses seleksi oleh lima juri independen dari luar Sanur akan menghasilkan 20 banjar yang akan tampil di parade utama.
Sebanyak 20 banjar itu adalah perwakilan wilayah, terdiri dari enam banjar dari Desa Sanur Kaja, enam banjar dari Kelurahan Sanur, dan delapan banjar dari Sanur Kauh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara