INDOZONE.ID - Oyakodon adalah makanan jepang yang kelihatannya sederhana banget.
Isinya Cuma nasi pakai toping ayam, telur dan saus asin manis.
Karena kesederhanaan inilah yang membuat oyakodon semakin dicintai oleh masyarakat Jepang.
Mulai dari dapur rumahan sampai ke restoran, oyakodon lahir sebagai makanan yang nyaman di perut.
Di balik kepopulerannya, oyakodon menyimpan cerita yang melekat di hati masyarakat Jepang.
Baca juga: Cuma 15 Menit! Cara Masak Pasta Jamur Sat-Set yang Rasanya Mewah
Oyakodon muncul di Jepang sekitar akhir abad ke-19. Pada saat itu kehidupan di kota mulai berkembang dan orang-orang yang makin sibuk.
Para pekerja sampai mahasiswa butuh makanan yang cepat, murah dan mengenyangkan.
Akhirnya, telur dan ayam yang menjadi pilihan tepat karena mudah di dapat dan harganya terjangkau.
Dipadukanlah telur dan ayam dengan nasi putih yang hangat sebagai solusi untuk kebutuha sehari-hari.
Arti dari nama oyakodon itu sangat unik. Oya artinya orang tua, ko artinya anak, don artinya mangkuk.
Baca juga: Resep Bubur Jagung Mutiara Pandan: Comfort Food Manis yang Gak Pernah Gagal
Jadi jika digabungkan oyakodon adalah orang tua dan anak di dalam satu mangkuk.
Orang Jepang menganggap nama ini sebagai simbol kehangatan keluarga dan siklus hidup.
Dalam kehidupan sehari-hari, oyakodon sudah menjadi comfort food.
Rasanya ringan, hangat, dan mengenyangkan.
Rata-rata orang Jepang tumbuh di besar dengan menu ini di rumah, jadi oyakodon itu dihubungkan dengan makanan khas tangan ibu yang selalu dinantikan setelah pulang ke rumah.
Makanan ini sangat cocok dengan orang Jepang karena sederhana dan seimbang.
Ada nasi sebagai makanan pokok dan berpadu dengan protein ayam dan telur.
Baca juga: Resep Sultan Cookies, Kue Kering Mewah yang Rasanya Auto Nagih
Tidak heran kalau oyakodon ini dianggap sebagai makanan segala kalangan karena bisa disantap siapa saja dan umur berapa saja.
Seiring waktu dengan budaya Jepang yang semakin mendunia, akhirnya oyakodon juga ikut menyebar ke banyak daerah di luar Jepang.
Rasanya lembut dan bisa di terima oleh banyak orang, tidak seperti makanan jepang lainnya yang lumayan ekstrem.
Saat ini oyakodon berkembang menjadi banyak versi, ada yang telurnya di goreng atau ayamnya yang di goreng, sausnya yang lebih creamy, atau seringkali ditambahkan sayuran untuk penambah serat.
Tapi walaupun tampilannya berubah, oyakodon tetaplah menjadi makanan yang selalu dinantikan.
Baca juga: Krista Interfood 2026 Siap Digelar di NICE PIK 2 November Mendatang
Hal ini menunjukkan makanan tradisional bisa terus berkembang tanpa kehilangan makna utamanya.
Oyakodon bukan sekadar makanan, oyakodon adalah bukti dari kesederhanaan yang memiliki makna besar.
Semangkuk oyakodon bukan cuma mengenyangkan perut, tapi juga tentang caranya makanan membawa cerita, kisah, dan rasa nyaman kemana pun ia pergi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber