INDOZONE.ID - Ayam betutu merupakan kuliner tradisional Bali berbahan dasar ayam atau bebek yang kaya rempah dan memerlukan proses memasak lama.
Awalnya, hidangan ini merupakan persembahan kepada Ida Hyang Widhi Wasa yang kemudian dinikmati bersama.
Seiring waktu, ayam betutu menjadi santapan khusus bangsawan. Kini ayam betutu dikenal luas sebagai warisan kuliner yang mendukung pariwisata dan diplomasi budaya Indonesia.
Pembatas Indonesia Barat dan Timur
Betutu mencerminkan "Garis Seni Masakan" di Nusantara, yang menunjukkan variasi masakan di berbagai kepulauan Indonesia.
Menurut Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia, setiap suku bangsa, dari 714 suku, memiliki ciri khas kuliner masing-masing.
Baca juga: Resep Kue Lidah Sapi Khas Kalimantan yang Gurih dan Renyah
Di Indonesia Barat dan Timur terdapat kekhasan masing-masing. Sementara Bali mencerminkan "Garis Seni Masakan" sebagai pembatas antara Indonesia bagian barat dan timur.
Masakan Bali, seperti betutu, berbeda dari masakan Jawa dengan bumbu khas yang menyerupai jamu dan minim penggunaan santan. Jika ada santan, fungsinya sebagai bumbu, bukan kuah.
Betutu memiliki aroma rempah yang tajam, dipengaruhi oleh masakan Jawa Kuno yang dibawa oleh bangsawan Majapahit saat migrasi ke Bali akibat perkembangan agama Islam di Jawa.
Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau betutu yang dijadikan sampel kajian untuk memperkuat keberadaan inventarisasi Warisan Budaya Takbenda dari Pulau Bali.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Lempah Kuning, Kuliner Khas Bangka Belitung yang Kaya Makna
Konsep dan Filosofi Ayam Betutu
Betutu berasal dari paduan kata “be” yang berarti daging atau ikan. Lalu ditambah kata “tutu” yang berarti dibakar atau dipanggang.
Ayam betutu dimasak dengan bumbu lengkap yang disebut base genep, juga dikenal sebagai jangkep.
Proses memasukkan bumbu ke dalam daging ayam yang telah dibersihkan, kemudian dipanggang secara utuh sebelum dibungkus dengan base genep adalah ciri khas masakan Bali.
Sekarang ayam betutu dikenal oleh semua Bali, tanpa memandang agama, etnis, atau bangsa mereka, karena popularitas dan daya tariknya yang universal.
Ini karena ayam betutu lebih enak saat masih hangat dan tidak tahan lama disimpan.
Baca juga: Cobain Resep Matcha Brookies: Paduan Brownies dan Cookies yang Manis, Lembut, dan Unik
Ayam Betutu terkenal karena rasa, aroma, dan tampilannya yang menarik.
Dibumbui rempah, daun singkong, dan diikat menyerupai yoga Sang Hyang Ganapati, hidangan ini melambangkan dharma, kesucian, serta filosofi ketelatenan.
Disajikan utuh dalam daun pisang, Ayam Betutu mencerminkan keseimbangan alam.
Fungsi Religi Ayam Betutu
Ayam Betutu memiliki fungsi religius sebagai bagian dari persembahan kepada Ida Hyang Widhi Wasa dalam upacara Hindu Bali, seperti Dewa Yadnya, Manusa Yadnya, dan Bhuta Yadnya.
Hidangan ini disajikan dalam sesajen sebagai simbol penghormatan, dengan Betutu Bebek melambangkan kebijaksanaan karena dianggap lebih suci.
Baca juga: Jangan Langsung Dibuang! Cobain Resep Kerupuk Nasi yang Renyah dan Enak, Camilan Unik dari Sisa Nasi
Tradisi ini mencerminkan hubungan spiritual masyarakat Bali dengan alam, dewa-dewa, dan budaya, sekaligus menekankan makna simbolis dalam kehidupan religius mereka
Betutu telah menjadi simbol budaya Bali yang mewakili banyak hal, seperti upacara adat, hingga kerukunan masyarakat.
Betutu, yang disebut sebagai "kuliner beradab," menunjukkan prinsip toleransi dan keseimbangan, baik secara duniawi maupun spiritual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan Indonesia, Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya