INDOZONE.ID - Setiap daerah di Indonesia punya cerita kuliner yang khas, dan Bangka Belitung salah satunya.
Dari dapur-dapur sederhana masyarakat pesisir, lahirlah lempah kuning, hidangan berkuah asam segar dengan warna kuning cerah yang langsung menggugah selera.
Tapi, lebih dari sekadar makanan, lempah kuning menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan kebersamaan yang menjadikannya simbol budaya yang hidup sampai sekarang.
Baca juga: Cobain Resep Matcha Brookies: Paduan Brownies dan Cookies yang Manis, Lembut, dan Unik
Lempah kuning adalah salah satu kuliner khas Bangka Belitung yang lekat dengan identitas masyarakat pesisir.
Hidangan berkuah kuning ini terkenal dengan cita rasa asam segar yang berpadu dengan gurihnya ikan laut.
Di balik rasanya yang sederhana, tersimpan nilai sejarah dan filosofi tentang kehidupan masyarakat yang erat dengan laut dan tradisi.
Sejarah lempah kuning bermula dari kebiasaan para nelayan yang mengolah hasil tangkapan laut mereka.
Baca juga: Resep Ketan Srikaya Gula Merah, Camilan Tradisional yang Lezat
Kuah asam yang digunakan bukan hanya untuk menambah cita rasa, tapi juga berfungsi menjaga kesegaran ikan sebelum adanya pengawet modern.
Dari masa ke masa, resep ini diwariskan secara turun-temurun hingga menjadi simbol kebersamaan dalam setiap perayaan dan acara adat masyarakat Bangka Belitung.
Warna kuning cerah pada kuahnya berasal dari kunyit, dan ternyata memiliki filosofi tersendiri.
Warna ini dipercaya melambangkan kemakmuran, keceriaan, dan harapan baik.
Baca juga: Pecinta Keju Wajib Coba! Resep Korean Cheese Ball Homemade yang Super Creamy
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wonderfulindonesia.co.id