INDOZONE.ID - Jogja memang jagonya bikin kejutan kuliner. Tapi kali ini bukan gudeg atau sate klathak yang jadi sorotan, melainkan sate menjangan! Yup, ini bukan nama keren doang, tapi benar-benar daging rusa.
Sate ini bisa kamu temukan di warung milik Pak Gedhe di kawasan Pasar Minggir, Jogja Timur. Warung sederhana, tapi aromanya bikin siapa pun berhenti. Uniknya, daging menjangan yang dipakai berasal dari penangkaran resmi, jadi bukan sembarangan.
Sensasi Rasa yang Tak Biasa
Daging menjangan disajikan mirip sate kambing, dibakar dengan bumbu kecap dan irisan bawang. Tapi saat digigit, sensasinya beda. Teksturnya lebih padat tapi empuk, dan rasanya mirip campuran daging sapi dan rusa liar. Aroma dagingnya juga khas tapi nggak amis.
Buat yang suka tantangan kuliner, ini bisa jadi pengalaman tak terlupakan. Tapi kalau kamu biasa makan sate ayam, bisa jadi ini terlalu ekstrem.
Baca juga: Pasar Beringharjo Jogja: Surga Jajanan Kuno yang Nggak Pernah Kehilangan Rasa
Lokasi dan Cerita di Balik Sate Pak Gedhe
Warung Pak Gedhe berada di kawasan Jogja Timur. Suasananya sederhana, tak banyak hiasan, hanya meja kayu dan asap sate yang memenuhi udara.
Pak Gedhe mengaku sudah jualan sejak bertahun-tahun, dan daging menjangan yang ia gunakan berasal dari penangkaran resmi. Ia juga menjelaskan bahwa pasokannya tidak sembarangan dan tetap mengikuti aturan pemerintah soal satwa liar.
Menjangan, Hewan Langka yang Punya Cerita Panjang
Menjangan atau rusa timorensis memang bukan hewan biasa. Ia termasuk satwa yang dilindungi dalam UU Konservasi, kecuali dagingnya berasal dari penangkaran resmi. Dalam beberapa kasus, konsumsi daging menjangan bisa melanggar hukum jika tidak punya izin.
Inilah yang bikin sate ini terasa “misterius”. Di satu sisi, lezat dan unik, di sisi lain, membawa pertanyaan etis dan hukum. Tapi yang jelas, warung seperti Pak Gedhe punya banyak pelanggan, mulai dari wisatawan, mahasiswa, sampai tokoh-tokoh tertentu.
Baca juga: Naik Kereta ke Cirebon, Pulang Bawa Empal Gentong dan Tahu Gejrot: Wisata Rasa yang Wajib Dicoba!
Kuliner atau Kontroversi?
Menikmati sate menjangan bukan cuma soal rasa, tapi juga perspektif. Di tengah isu pelestarian satwa, makanan ini bisa jadi bahan diskusi menarik. Lezat, langka, tapi menggelitik nurani.
Kalau kamu penasaran, pastikan asal-usul dagingnya jelas ya. Karena kuliner ekstrem kayak gini bukan cuma soal perut kenyang, tapi juga soal kesadaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/@masloehoer