Falafel adalah, ilustrasi falafel. (Instagram/@mamounsfalafel)
INDOZONE.ID - Makanan Timur Tengah selalu menarik untuk dikulik, salah satunya adalah Falafel. Apa itu Falafel?
Jika kamu ingin tahu apa itu Falafel, Indozone akan membantumu. Falafel merupakan makanan khas Timur Tengah yang terdiri dari kroket atau bola-bola kecil hasil penggorengan.
Falafel adalah, ilustrasi falafel. (Instagram/@mamounsfalafel)
Nah, kroket-kroket tersebut dari buncis, rempah-rempah, bawang bombai, dan peterseli. Falafel merupakan makanan pembuka yang disajikan di dalam roti pita dengan saus bawang putih atau tahini.
Bagaimana rasa Falafel? Berbicara soal rasa makanan ini, ternyata bisa berbeda-beda tergantung negara dan siapa yang membuatnya.
Baca juga: Umm Ali Dessert Ala Timur Tengah yang Manis, Lembut, dan Menggugah Selera
Ambil contoh, Falafel di Mesir tidak menggunakan buncis. Warga Mesir menggantinya dengan kacang fava.
Setelah mengenal makanan khas Timur Tengah ini, kamu tentu penasaran bagaimana cara membuatnya. Tenang, Indozone akan membeberkannya kepada kamu via artikel ini!
1. Masukan kacang garbanzo ked alam wadah, lalu masukkan air. Kamu harus tahu, ketinggian air harus berada 4 atau 6 inci di atas kacang. Letakkan di tempat sejuk dan gelap selama 12 hingga 24 jam.
2. Ulangi cara serupa pada kacang fava dengan menggunakan wadah lainnya. Ingat, ketinggian air harus 4 atau 6 inci di atas kacang, lalu letakkan di tempat sejuk dan gelap selama 12 hingga 24 jam.
3. Tiriskan kacang dengan saringan, lalu bilas dengan air dingin sebelum ditiriskan lagi.
Baca juga: Kofta Kebab ala Timur Tengah dengan Siraman Saus Keju Lezat
4. Masukan kacang ke dalam food processor, lalu haluskan dengan kecepatan tinggi. Kamu mengincar tekstur gilingan sedang-kasar. Angkat hasil gilingan tersebut.
5. Masukan bawang bombai, bawang putih, daun peterseli, dan ketumbar ke dalam food processor. Haluskan bahan-bahan itu dengan kecepatan tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Billy Parisi