Bajak Dapur: Masak Bungah Guyub di Museum Nyah Lasem. (Putri Nur Elysa/Z Creators)
INDOZONE.ID - Museum Nyah Lasem menggelar kegiatan memasak bersama bertajuk “Bajak Dapur: Masak Bungah Guyub di Museum Nyah Lasem” pada Minggu, 26 April 2026, pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali kuliner tradisional khas Rembang melalui resep-resep dari arsip koleksi museum.
Acara tersebut diikuti oleh tujuh perempuan dan diawali dengan bincang santai yang dipandu oleh Kepala Program Kegiatan, Pungki Meiliyana. Dalam kegiatan ini, peserta memasak rangin bakar dan wedang gaul sebagai upaya mengenalkan kembali makanan dan minuman tradisional agar tetap dikenal generasi muda.
Awalnya, program ini direncanakan memasak saplak. Namun, bahan utama berupa gaplek (singkong yang dikeringkan dengan cara dijemur) sulit ditemukan di Rembang. Meski sempat dipesan, bahan tersebut diperkirakan baru tiba keesokan hari, sehingga menu diganti menjadi rangin bakar. Rangin memang tidak sepenuhnya berasal dari Rembang, tetapi resepnya ditemukan dalam kumpulan resep yang dihimpun oleh Rukmini, kakak dari Raden Ajeng Kartini.
Baca juga: Museum Sandi, Destinasi Liburan Edukasi Gratis yang Sarat Nilai Edukasi di Yogyakarta
Sementara itu, resep wedang gaul diambil dari buku Mustika Rasa yang diprakarsai oleh Soekarno pada 1960-an. Buku tersebut merupakan koleksi Museum Nyah Lasem dan memuat lebih dari 1.600 resep tradisional dari berbagai daerah di Nusantara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan persatuan melalui kuliner.
Dalam kegiatan tersebut, empat peserta bertugas membuat rangin bakar, sedangkan tiga peserta lainnya menyiapkan wedang gaul. Meski dibagi dalam dua kelompok, seluruh peserta saling membantu selama proses memasak sehingga suasana terasa akrab dan penuh kebersamaan.
Untuk membuat rangin bakar, bahan yang digunakan antara lain:
Bahan:
Cara membuat:
Baca juga: Ada Wisata Mirip Ghibli di Ambarawa, Museum Kereta Suguhkan Wisata Nostalgik
Bahan:
Cara membuat:
Wedang gaul sejatinya lebih nikmat disajikan hangat. Namun, karena cuaca cukup panas, peserta menambahkan es batu agar terasa lebih segar. Beberapa peserta mengaku rasa wedang gaul cukup unik saat pertama kali dicoba, tetapi semakin diminum justru semakin nikmat dan menyegarkan.
Kegiatan ini memberikan pengalaman menarik bagi peserta untuk mengenal kuliner tradisional, khususnya khas Rembang. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan generasi muda tetap mengetahui dan melestarikan makanan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan