Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 27 APRIL 2026 • 13:20 WIB

Asal-usul Kue dan Kisah di Balik Kue Batang Buruk yang Jadi Camilan Kerajaan

Asal-usul Kue dan Kisah di Balik Kue Batang Buruk yang Jadi Camilan KerajaanKue Batang Buruk. (Instagram/@berkahjayasnack.new)

INDOZONE.ID - Di balik namanya yang terdengar unik bahkan cenderung “tidak biasa”, kue batang buruk justru menyimpan cerita panjang yang melekat kuat dalam tradisi kuliner Melayu, khususnya di wilayah Kepulauan Riau.

Banyak orang penasaran, kenapa dinamakan kue batang buruk, padahal camilan ini dikenal memiliki cita rasa manis, renyah, dan lumer di mulut.

Lalu, bagaimana sebenarnya asal-usul nama kue batang buruk ini, dan apa cerita di baliknya?  

Apa Itu Kue Batang Buruk?

Baca juga: 17 Ide Nama Usaha Risol Cokelat yang Unik dan Bakal Bikin Jualan Kamu Auto Ludes

Kue batang buruk merupakan salah satu kue kering tradisional khas Kepulauan Riau yang memiliki ukuran kecil, sekitar 3-4 cm. Kue ini terbuat dari campuran tepung seperti tepung beras, terigu, hingga kelapa, lalu diisi dengan serbuk kacang hijau dan dilapisi taburan gula halus serta susu bubuk.

Sekilas tampilannya mirip dengan kue putri salju karena sama-sama diselimuti lapisan putih di bagian luar. Kue ini banyak ditemukan di wilayah Bintan dan Tanjung Pinang, serta kerap hadir dalam momen spesial seperti Hari Raya Idul Fitri, jamuan tamu, hingga oleh-oleh khas wisatawan.

Asal-usul Nama Kue Batang Buruk

Meski namanya terdengar kurang menarik, “kue batang buruk” justru memiliki sejarah panjang yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu, bahkan diperkirakan lebih dari empat abad.

Dahulu, kue ini tidak hanya sekadar camilan, tetapi juga disajikan dalam acara penting kerajaan, termasuk sebelum pelantikan sultan di Kepulauan Riau.

Nama “batang buruk” sendiri tidak merujuk pada rasa atau kualitasnya, melainkan lebih menunjuk pada bentuk kue yang mudah hancur saat digigit, sehingga terlihat seperti “batang yang berderai”.

Namun di balik nama yang sederhana itu, kue ini menyimpan nilai budaya dan sejarah yang kuat dalam tradisi masyarakat Melayu.

Baca juga: Resep Bolu Gulung Klepon Lembut dan Legit, Mudah Dibuat

Kisah di Balik Nama Kue Batang Buruk

Asal-usul kue batang buruk juga tidak lepas dari kisah legenda cinta di masa Kerajaan Bintan sekitar 450 tahun lalu. Dikisahkan, seorang putri bernama Wan Sinari, putri Raja Tua, menyimpan rasa cinta kepada Panglima Muda Bintan bernama Raja Andak. Namun, cinta tersebut tidak berbalas karena sang pria memilih Wan Inta, adik kandung Wan Sinari.

Dalam kekecewaan dan kesedihannya, Wan Sinari menghabiskan waktu di dapur istana bersama para dayang dan menciptakan sebuah kue unik. Kue itu sengaja dibuat agar mudah hancur saat digigit, sebagai simbol perasaan yang rapuh.

Saat kue tersebut dihidangkan kepada para bangsawan, banyak yang merasa malu karena kue mudah berderai dan mengotori pakaian mereka. Namun, Raja Andak berbeda, ia memakannya dengan hati-hati hingga tidak ada serpihan yang jatuh.

Dari momen itulah, tersirat makna emosional yang kemudian melekat pada nama dan cerita kue ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: P2k.stekom.ac.id, Amatan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Asal-usul Kue dan Kisah di Balik Kue Batang Buruk yang Jadi Camilan Kerajaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!