INDOZONE.ID - Terletak di daerah pesisir Pulau Jawa pada bagian timur laut wilayah Jawa Barat, Kota Cirebon tidak hanya terkenal lewat kulinernya.
Kota ini juga menyimpan jejak kejayaan kesultanan melalui keraton-keraton bersejarah yang masih berdiri megah dan menjadi daya tarik wisata budaya.
Yuk Simak, berikut sejarah dari 4 keraton yang menjadi ikonik di Cirebon.
Baca juga: Warga Depok Merapat! 5 Tempat Makan Hits 2026 yang Seru Banget Buat Bareng Keluarga
1. Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan Cirebon terletak di jalan Kasepuhan No.43, Kasepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Berada di lokasi yang strategis, sehingga memudahkan pengunjung untuk datang dari berbagai daerah.
Keraton Kasepuhan terdiri dari dua bangunan bersejarah yaitu Dalem Agung Pakungwati yang didirikan pada tahun 1430 oleh Pangeran Cakrabuana, dan kompleks keraton Pakungwati (sekarang disebut keraton Kasepuhan) yang didirikan oleh Pangeran Mas Zainul Arifin pada tahun 1529 M.
Keraton Kasepuhan pada awalnya dikenal dengan nama Keraton Pakungwati. Nama tersebut diambil dari Ratu Dewi Pakungwati, putri Pangeran Cakrabuana yang merupakan istri dari Sunan Gunung Jati.
Ratu Dewi Pakungwati meninggal dunia pada tahun 1549 di Masjid Agung Sang Cipta Rasa saat usianya telah lanjut.
Baca juga: 10 Destinasi Favorit Wisatawan Indonesia saat Liburan ke Singapura
Untuk menghormati dan mengenang jasanya, keturunan Sunan Gunung Jati mengabadikan namanya sebagai nama keraton, yang kemudian dikenal sebagai Keraton Pakungwati sebelum akhirnya berganti menjadi Keraton Kasepuhan.
Bangunan keraton Kasepuhan menghadap kearah utara. Di depan nya terdapat alun-alun yang dahulu diberi nama alun-alun Sangkala Buana yang merupakan tempat latihan keprajuritan yang diadakan pada hari Sabtu atau istilahnyaadalah Saptonan dan juga sebagai titik pusat tata letak kompleks pemerintahan keraton.
Keraton Kasepuhan memiliki dua buah pintu gerbang, yaitu pintu gerbang utama yang terletak disebelah utara dan pintu gerbang kedua yang berada di Selatan kompleks.
Keraton kasepuhan juga memiliki berbagai daya tarik wisata. Salah satunya Adalah acara kirab budaya, yaitu pawai tahunan yang diikuti oleh berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Baca juga: Healing Tipis-tipis! 5 Tempat Makan Hits 2026 di Sentul yang Seru Buat Keluarga
Terdapat juga museum yang menyimpan berbagai benda peninggalan Sejarah dari kesultanan terdahulu. Kereta Singabarwang, salah satu koleksi menarik yang ada di museum.
Kereta ini digunakan untuk kirab sultan. Di museum ini, juga terdapat senjata tradisional, meriam, tusuk konde, perhiasan pengantin, ukiran kayu, dan gamelan sekaten. Semua koleksi tersebut dijaga dengan sangat baik dan rutin dibersihkan.
Proses pembersihan koleksi keraton dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati. Setiap hari Selasa, dengan menggunakan kuas dan lap. Namun, pembersihan koleksi seperti keris dilakukan dengan lebih khusus, menggunakan air kelapa dan air jeruk.
Ritual tahunan untuk membersihkan koleksi keraton diadakan pada tanggal 1 Sura, yang diiringi dengan ritual khusus untuk menjaga kesucian dan kelestarian benda-benda bersejarah tersebut.
Baca juga: Wisata Rasa di Tangerang: 5 Tempat Makan Hits 2026 yang Seru untuk Liburan Keluarga!
2. Keraton Kanoman
Keraton Kanoman terletak di Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk. Keraton kanoman didirikan oleh Pangeran Mohamad Badridin atau Pangeran Kertawijaya, yang bergelar Sultan Anom I pada sekitar tahun 1678 M.
Kompleks keraton kanoman merupakan kompleks tertua di Cirebon, dikarenakan di bagian belakang komplek terdapat bangunan witana yang merupakan rumah pangeran Walangsungsang, dibangun pada tahun 1428.
Sementara Dalem Agung yang berada disebelah timur kompleks keraton Pakungwati (Kasepuhan) dibangun pada 1430.
Keraton Kanoman selalu mengadakan Grebeg Syawal yang diadakan seminggu setelah idul fitri, menandakan Keraton Kanoman masih taat memegang adat-istiadat dan pepakem.
Baca juga: Riset: Medsos dan AI Ubah Gaya Traveling, Perjalanan Wisata Tetap Tinggi di Tengah Tantangan Ekonomi
Pada keraton Kanoman banyak terdapat peninggalan-peninggalan yang erat kaitannya dengan syiar agama islam yang giat dilakukan oleh sunan gunung jati.
Barang peninggalan nya seperti dua kereta bernama Paksi Naga Liman dan Jempana yang masih terawat baik dan tersimpan di museum. Bentuknya menyerupai Burak, hewan yang dipercaya sebagai tunggangan Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra Mi’raj.
Yang menarik dari Keraton di Cirebon ialah adanya piring-piring porselen asli Tiongkok yang menjadi penghias dinding semua keraton di Cirebon.
Baca juga: Stasiun Terdekat dari Bromo untuk Wisatawan, Ini Daftarnya
3. Keraton Kacirebonan
Keraton Kacirebonan, merupakan keraton yang termuda. Berada di daerah Pulasaren, kecamatan Pekalipan, kota Cirebon.
Dibangun sekitar tahun 1800-an. Komplek keraton Kacirebonan ternyata sangat dekat dengan Keraton Kasepuhan dengan jarak 1 km sebelah barat data dan Keraton Kanoman dengan jarak 500 meter sebelah selatan.
Keraton Kacirebonan memiliki luas tanah sekitar 46.500 meter persegi dengan posisi yang memanjang dari utara ke selatan.
Bangunan keraton Kacirebonan merupakan pencampuran Cina, bangunan zaman kolonial dan tradisional. Bangunannya seperti bangunan pembesar pada zaman kolonial belanda dengan pengaruh arsitektur eropa yang kuat.
Baca juga: Tips Perjalanan Darat Lintas Negara di Asia biar Liburan Gak Bingung
Keraton Kacirebonan banyak menyimpan benda-benda peninggalan sejarah seperti keris, wayang, perlengkapan perang , gamelan, dan lain nya.
4. Keraton Kaprabonan
Keraton Kaprabonan memiliki ukuran yang lebih kecil dari ketiga keraton yang ada di cirebon, luasnya hanya sekitar 1 hektar dan terletak di belakang kawasan pertokoan pasar Kanoman.
Keraton Kaprabonan didirikan pada tahun 1696 oleh Pangeran Raja Adipati Kaprabon dan kini telah memasuki generasi ke-11.
Keraton ini menjadi salah satu situs bersejarah di Cirebon yang memiliki peran penting, termasuk dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia serta mendukung terbentuknya NKRI.
Baca juga: 3 Hari 2 Malam di Pelabuhan Ratu: Itinerary Lengkap buat Kamu yang Butuh Healing Tipis-tipis!
Bahkan, pada tahun 1955, Keraton Kaprabonan turut terlibat sebagai bagian dari konstituante.
Sultan Kaprabonan X, Dr. Ir. Pangeran Hempi Raja Kaprabon, dikenal berkontribusi dalam pembangunan negara melalui perannya sebagai PNS dan akademisi.
Sementara itu, penerusnya, Pangeran Handi Raja Kaprabon, melanjutkan kiprah dengan karier di Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Selain nilai sejarah dan perannya dalam kebangsaan, keraton ini juga aktif melestarikan tradisi adat, seperti ritual pencucian benda pusaka pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta berbagai kegiatan budaya seperti Festival Budaya Keraton Nusantara.
Kegiatan rutin lainnya meliputi ritual Tawasulan, Kliwonan, hingga pengajian ilmu tarekat, serta partisipasi dalam berbagai undangan dari pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
Pada struktur bangunan keraton sampai saat ini semua bagian seperti langgar masih menggunakan kayu penyangga dan tembok yang asli.
Hingga kini, Keraton Kaprabonan tidak hanya menjadi simbol warisan sejarah, tetapi juga tetap berperan dalam menjaga tradisi serta memperkuat nilai persatuan dan keberagaman budaya Indonesia.
Dengan segala kekayaan sejarah dan budaya yang Kota Cirebon, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, keraton Kapribonan, dari ke empat keraton tersebut.
Kota Cirebon Bisa menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi bagi anda yang ingin merasakan langsung atmosfer sejarah Cirebon dan Jawa Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber