Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 14 MEI 2026 • 13:40 WIB

Riset: Medsos dan AI Ubah Gaya Traveling, Perjalanan Wisata Tetap Tinggi di Tengah Tantangan Ekonomi

Riset: Medsos dan AI Ubah Gaya Traveling, Perjalanan Wisata Tetap Tinggi di Tengah Tantangan EkonomiChristy Olivia - Head of Marketing Klook Indonesia memaparkan hasil riset pengaruh medsos dan AI yang mengubah gaya traveling. (Ist)

INDOZONE.ID - Perkembangan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin mempengaruhi cara masyarakat merencanakan perjalanan wisata. Di saat yang sama, minat traveling disebut tetap tinggi meski kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan.

Hal tersebut tergambar dalam laporan tahunan Klook Travel Pulse 2026 yang dirilis platform perjalanan Klook melalui acara Klook Explore: “Where Travel is Heading Next”.

Riset yang melibatkan lebih dari 11.000 responden di Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Serikat itu menyoroti perubahan perilaku wisatawan, khususnya generasi Milenial dan Gen Z yang kini menjadi kelompok dominan dalam industri pariwisata.

Dalam laporan tersebut, Klook menemukan bahwa masyarakat tetap menjadikan traveling sebagai bagian penting dari gaya hidup modern. Bahkan, mayoritas wisatawan Indonesia disebut tetap memprioritaskan perjalanan wisata dan berencana meningkatkan anggaran traveling mereka pada 2026.

Selain itu, pola perjalanan wisata juga mengalami perubahan. Traveler kini tidak lagi sekadar mengejar destinasi populer, tetapi lebih mencari pengalaman yang dianggap personal dan autentik.

Eksplorasi budaya lokal, aktivitas wisata unik, hingga pengalaman yang memberikan keterhubungan emosional menjadi pertimbangan utama dalam menentukan perjalanan.

Baca juga: Dukungan Pemerintah, Kemenpar Siapkan Paket Wisata Gastronomi untuk Kota Padang

“Klook Travel Pulse merupakan laporan tahunan dari Klook yang kami hadirkan untuk memahami bagaimana perilaku traveler global terus berkembang dari waktu ke waktu,” ujar Klook General Manager Singapore, Indonesia, Malaysia, dan Thailand Sarah Wan.

“Saat ini, traveler tidak lagi hanya berfokus pada destinasi yang ingin dikunjungi, tetapi juga semakin mempertimbangkan pengalaman apa yang bisa mereka rasakan selama perjalanan tersebut,” lanjutnya.

Menurut Sarah, wisatawan kini cenderung mencari perjalanan yang lebih relevan dengan minat pribadi dan mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan.

Di sisi lain, media sosial dan AI disebut semakin berperan besar dalam proses perjalanan wisata, mulai dari mencari inspirasi destinasi, menyusun itinerary, hingga melakukan transaksi perjalanan.

Kombinasi keduanya membuat proses perencanaan wisata menjadi lebih praktis, cepat, dan personal.

Klook mencatat hampir seluruh traveler Indonesia saat ini mendapatkan inspirasi perjalanan dari konten digital, baik melalui video, rekomendasi content creator, ulasan pengalaman, maupun destinasi hidden gems yang viral di media sosial.

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Tidore yang Tawarkan Keindahan Alam dan Pengalaman Tak Terlupakan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Riset: Medsos dan AI Ubah Gaya Traveling, Perjalanan Wisata Tetap Tinggi di Tengah Tantangan Ekonomi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!