Rabu, 11 MARET 2026 • 17:36 WIB

Fenomena Culture Shock: Gegar Budaya pada Realita di Lingkungan Baru

Author

Ilustrasi culture shock. (Freepik)

INDOZONE.ID - Adaptasi di tempat baru jadi makanan sehari-hari bagi para perantau. Akan tetapi, proses adaptasi tidak selalu berjalan mulus karena perbedaan yang begitu jelas, sehingga menimbulkan culture shock atau gegar budaya.

Apa yang dimaksud culture shock? Secara sederhana, culture shock adalah perasaan bingung, canggung, atau tidak nyaman yang dirasakan seseorang di lingkungan budaya dengan perbedaan begitu jelas dari tempat asalnya.

Ilustrasi culture shock. (Freepik)

Bagi yang sudah mempersiapkan diri dengan berbagai informasi perihal lingkungan baru, memperkecil risiko terjadinya culture shock. Hal berbeda terjadi kepada kamu yang tanpa persiapan lalu hadir ke lingkungan baru.

Namun, culture shock merupakan hal normal yang mungkin terjadi kepada siapa pun. Beberapa contoh culture shock di lingkungan baru, yaitu:

Baca juga: Kenalan dengan Desa Kemiren Banyuwangi: Tempat Wisata dengan Segudang Budaya

1. Bahasa Berbeda

Penyebab culture shock paling umum adalah perbedaan bahasa. Kendala bahasa umum terjadi saat seseorang merantau ke kota baru atau luar negeri.

Perbedaan bahasa jadi tantangan tersendiri dalam komunikasi sehari-hari. Akan tetapi, itu bisa diatasi dengan mempelajari bahasa baru dengan tekun dan giat.

2. Perbedaan Tradisi

Setiap lingkungan punya aturan tidak tertulis yang berbeda-beda sesuai tradisi masing-masing. Hal-hal seperti ini bisa membuat seseorang canggung sehingga proses adaptasinya perlu waktu cukup lama.

3. Makanan yang Tidak Familiar

Jika keliling Indonesia, kamu bisa menemukan berbagai macam makanan yang unik di setiap daerah. Perbedaan makanan itu pula akan ditemukan jika kamu ke luar negeri.

Tak semua makanan di lingkungan baru akan cocok di lidah kamu. Itu sesuatu yang lumrah. Bahkan, kamu mungkin kangen makanan khas daerah asal di perantauan. 

Proses adaptasi seiring berjalannya waktu, akan memudahkan kamu dalam menerima setiap rasa baru dari makanan-makanan di lingkungan baru.

4. Sistem Transportasi Berbeda

Di beberapa kota dan negara, sistem transportasi sangat kompleks. Tak ayal, itu membuat para perantau kebingungan karena harus memahami semua kombinasi transportasi dalam waktu singkat.

Waktu dan proses adaptasi akan mengajarkan kamu untuk memahami kompleksitas transportasi di lingkungan baru. 

Cara Menghadapi Culture Shock

Seperti penjelasan sebelumnya, culture shock bisa diantisipasi dengan persiapan yang matang. Yuk, simak cara-cara menghadapi culture shock:

1. Persiapan Sebelum Berangkat

Penting untuk melakukan riset sebelum berangkat ke lingkungan baru. Pelajari berbagai hal perihal tempat tujuan kamu, seperti bahasa, tradisi, dan sistem transportasi di sana.

2. Sikap Terbuka

Jangan menutup diri pada pengalaman baru atau menolak perbedaan. Ambil sudut pandang, bahwa lingkungan baru merupakan petualangan anyar bagi kamu.

Baca juga: Menelusuri Labirin Waktu di Petak Sembilan: Jantung Sejarah dan Budaya Pecinan Jakarta

3. Kenalan dengan Orang Lokal

Interaksi dengan penduduk lokal merupakan salah satu cara tercepat untuk beradaptasi di lingkungan baru.

4. Tetap Terhubung dengan Orang Rumah

Di sela-sela proses adaptasi di lingkungan baru, kamu juga perlu terhubung dengan orang-orang rumah. 

Jangan tutupi kerinduan kamu dengan orang-orang di rumah. Salurkan kerinduan kamu secukupnya sehingga proses adaptasi di lingkungan baru pun bisa berjalan lancar.

Culture shock bukan sesuatu yang perlu ditakutkan jika kamu telah mempersiapkan diri dengan matang sebelum tiba di lingkungan baru. Jadi, kapan kamu akan berkunjung ke tempat baru?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: CIEE Study Abroad

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU